• Selasa, 21 Mei 2024

 Menpar Puji Pencapaian Pariwisata Lampung

Sabtu, 03 Februari 2018 - 18.06 WIB
133

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya memuji pencapaian pariwisata Lampung, antara lain dengan peningkatan jumlah wisman dan wisnus rata-rata 30 persen per tahun.

Pada 2015, wisman masuk Lampung mencapai 114.907 orang dan wisnus 5.530.803 orang. Pada 2016, wisman 155.053 orang dan wisnus meningkat menjadi 7.296.721 orang.

Menpar menegaskan untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia, harus memiliki akses bandara internasional. Oleh karena itu, Bandara Radin Inten II Lampung terus dilakukan perluasan dan penataan terminal dan perpanjangan runway dari 2.500 meter menjadi 3.000 meter. Bandara ini juga dicanangkan menjadi bandara internasional yang melayani penerbangan dari dan ke mancanegara.

Dalam pengembangan Amenitas, sangat penting untuk dibentuk kawasan ekonomi khusus (KEK) pariwisata. Namun kerumitan urusan birokrasinya, sering dikeluhkan masih menjadi masalah pelik di Indonesia termasuk Lampung. Ease of Doing Business Indonesia, peringkat 91 (World Bank 2017) dan Business Environment peringkat 60 (WEF 2017).

Padahal dengan KEK itu, akan lebih mudah dan cepat dibangun infrastruktur dan utilitas dasar karena Menpar Arief bisa mengusulkan langsung kepada pemerintah pusat, sehingga investasi akan lebih mudah datang karena adanya insentif fiskal dan PTSP (Pelayanan Terpadu Satu Pintu).

KEK tersebut sebagai bentuk "quick win" untuk meningkatkan "self confidence" agar menang dan fokus pada satu KEK. Saat ini, kawasan yang dinilai siap di Provinsi Lampung adalah Kalianda, Lampung Selatan, dengan luas tanah 325 ha.

Pengembangan wisata di Lampung kian mendongkrak jumlah wisatawan khususnya wisatawan nusantara yang berkunjung ke Provinsi Lampung ternyata melebihi wisnus ke Bali.

Pada Oktober 2017, Lampung menduduki peringkat kesembilan jumlah kunjungan yakni tercatat 8,8 juta wisnus, sedangkan Bali pada peringkat ke-11 dengan jumlah 8,5 juta wisnus.

Data itu berdasarkan catatan Kementerian Pariwisata dan PT Telkom dengan menggunakan teknik lalu lintas pergerakan wisatawan melalui telepon seluler. (*)

Editor :