• Selasa, 29 November 2022

Terkait Gizi Buruk di Asmat, Mendikbud Kaji Program Gizi Anak Sekolah

Rabu, 31 Januari 2018 - 14.54 WIB
23

Kupastuntas.co, Jakarta – Terkait adanya kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Kabupaten Asmat, Papua. Dikutip dari laman detik.com pada Rabu (31/1/2018), Mendikbud, Muhadjir Effendy mengatakan akan meninjau lebih dahulu apakah progres harus diterapkan di sana. Saat ini, program itu baru diterapkan di NTT dan Maluku.

"Kita punya program yang berkaitan dengan gizi, namanya Progas, Program Gizi Anak Sekolah. Hanya memang ini tidak komprehensif. Jadi kita hanya melihat beberapa daerah yang punya kasus gizi rendah dan itu memang bukan tanggung jawab dari Kemendikbud," kata Muhadjir di Kantor Kemenko PMK, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (31/2018).

Selain soal gizi, Muhadjir juga akan melakukan kampanye sadar pentingnya imunisasi di Asmat maupun daerah 3T (Terdepan, Terluar dan Tertinggal) lainnya. Ia mengaku akan mengajak anak-anak di daerah 3T untuk bersekolah dengan memberi makanan tambahan.

"Tidak hanya di Asmat. Semua wilayah-wilayah yang masuk kategori 3T hal-hal semacam itu masih sangat dikesampingkan, di nomor duakan. Jadi memang perlu ada sosialisasi kampanye besar-besaran dan juga pemerintah untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat betapa pentingnya program imunisasi, meningkatkan kebersihan, kesadaran gizi sehat dan seterusnya," ujar Muhadjir.

"Progres itu karena anak-anak di beberapa daerah untuk mendatangi sekolah pancingannya masih diajak makan. Ayo kita makan, dipancing baru masuk sekolah dan tentu saja menuntut kesadaran masyarakat, terutama orang tua agar mulai memahami pentingnya pendidikan," ungkapnya.

Sebelumnya, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek menyebut ada 71 orang yang meninggal terkait kejadian luar biasa (KLB) gizi buruk dan campak di Asmat. Selain itu, ia menyatakan ada 13.300 orang yang diberi imunisasi untuk mencegah penyakit semakin menular. (Rls)

Editor :