Korupsi Dana BOS, Mantan Kepsek Divonis 2 Tahun
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Korupsi dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) SMP 17.1 Merbau Mataram, Lampung Selatan, Supriyadi hanya bisa tertunduk lesu saat majelis hakim membacakan putusan terhadap dirinya. Dia diseret ke Pengadilan Tipikor Tanjungkarang lantaran didakwa oleh jaksa.
Mantan Kepala Sekolah SMP 17.1 Merbau Mataram ini divonis dua tahun penjara dan denda Rp50 juta subsidair satu bulan kurungan.
"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi," kata majelis hakim yang diketuai Novian Saputra, Senin (29/1/2018).
Hakim juga meminta Supriyadi mengganti uang kerugian negara sebesar Rp362 juta. Namun, Supriyadi sudah menitipkan uang Rp131 juta yang dikembalikan saat penyidikan. Sementara sisanya Rp230 juta belum dibayar. Majelis hakim memberikan waktu satu bulan untuk melunasi uang pengganti tersebut. Apabila tidak dibayar, maka jaksa berhak melelang harta benda milik Supriyadi.
“Apabila tidak dibayar diganti pidana penjara satu tahun," sambung Novian.
Majelis hakim menilai Supriyadi terbukti melanggar pasal 3 juncto pasal 18 UU Nomor 31/1999 sebagaimana diubah dan ditambah kedalam UU Nomor 20/2001 tentang Tindak Pidana Korupsi. Hal itu berdasarkan hasil pemeriksaan 19 saksi ditambah satu saksi meringankan, alat bukti dan barang bukti yang dihadirkan ke persidangan.
Vonis tersebut lebih rendah enam bulan dari tuntutan JPU yang menuntut Supriyadi selama dua tahun enam bulan penjara. Atas putusan tersebut, jaksa menyatakan pikir-pikir sementara Supriyadi menerima putusan tersebut.
Dalam dakwaan jaksa, Supriyadi dinyatakan terlibat korupsi dana BOS tahun 2015 Rp195 juta dan dana dari APBN Rp199 juta serta dana komite Rp125 juta sehingga total Rp519 juta. Dana BOS itu oleh Supriyadi ditarik dari bank dan digunakan untuk pribadi. (Oscar).
Berita Lainnya
-
Banyak Karangan Bunga di Lokasi Tewasnya Brigadir Arya Supena, Toko Baru Pasang CCTV Pascakejadian
Senin, 11 Mei 2026 -
Aksi Tawuran Marak, Disdikbud Lampung Intensif Awasi Sekolah Rawan
Senin, 11 Mei 2026 -
Polda Tunggu Audit BPKP untuk Tetapkan Tersangka Kasus Rekrutmen 387 Honorer di Metro
Senin, 11 Mei 2026 -
Target Investasi Lampung 2026 Naik Jadi Rp16,2 Triliun, Pemprov Siapkan Kemudahan bagi Investor
Senin, 11 Mei 2026








