• Rabu, 28 September 2022

BNN Pantau Sejumlah Tempat Hiburan Malam dan Kos-kosan, Ini Dia Penyebabnya!

Jumat, 26 Januari 2018 - 17.18 WIB
78

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Lampung mulai mengamati sejumlah tempat hiburan malam dan kos-kosan di Provinsi Lampung, khususnya Kota Bandar Lampung yang rawan dan marak peredaran narkoba.

Menurut Kabid Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat BNNP Lampung, Ahmad Alamsyah mewakili Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, Kota Bandar Lampung masuk zona merah dalam peredaran narkoba.

"Berdasarkan riset kita, Kota Bandar Lampung ini kan Kota besar dan tempat hiburan banyak serta penduduknya juga banyak. Saya tidak bisa sebutkan berapa presentasenya, tapi yang jelas, disini kan (Bandar Lampung) potensi peminat dan peredarannya memang tinggi. Di daerah lain juga tetap kita pantau, tidak hanya di Bandar Lampung saja," kata dia, Jumat (26/1).

Namun, ia enggan membeberkan tempat hiburan mana dan kos-kosan mana saja yang rawan peredaran narkotika. Ia menegaskan, hal itu dilakukan sebagai upaya pencegahan.

"Ya yang jelas kita sudah mengamati sejumlah tempat hiburan dan terus kita telusuri. Jadi ini bagian dari langkah-langkah pencegahan. Kita juga sudah sering lakukan pencegahan dengan cara melakukan sosialisasi tentang bahaya narkoba," kata Alamsyah.

Dijelaskan dia, modus penjualan para pelaku narkoba ini sekarang sudah berubah. Dulu, kata dia, banyak para bandar dan pengedarnya langsung menjual (narkoba) di dalam (tempat hiburan malam).

"Tapi kalau sekarang berubah, mereka (bandar dan pengedar) menjualnya diluar. Nah, para pemakai ini kan sekarang kalau make nya diluaran, mungkin saja dikosan atau hotel, terus ketika mereka masuk ke tempat hiburan, misalnya kita tes terus urinenya positif, tapi kita jarang temukan barang bukti,"jelasnya.

Sekali lagi ia menekankan, bila langkah pencegahan itu tidak efektif, maka ia dan jajarannya siap melakukan penindakan.

"Jadi kalau langkah-langkah ini (pencegahan) sudah kita lakukan, ternyata itu tidak efektif, ya kita lakukan nanti pemberantasan dan penindakan," tegasnya.

Sebelumnya, Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol Tagam Sinaga, menyebutkan ada 12 jaringan pelaku narkoba di Provinsi Lampung. Satu dari empat pelaku jaringan asal Medan yang memasok narkoba jenis sabu ke Lampung, telah berhasil diringkus. Satu pelaku terpaksa ditembak mati petugas lantaran melawan menggunakan senjata api.

"Jadi, masih ada 11 jaringan lagi. Tunggu saja tanggal mainnya, kita sudah pantau mereka. Saya tegaskan, bahwa saya tidak akan main-main dengan para bandar dan pengedar yang berbisnis narkoba di Provinsi Lampung, karena narkoba ini merusak generasi anak bangsa," kata Tagam. (Oscar)

Editor :