• Jumat, 19 Agustus 2022

Puluhan Rumah Warga Retak Akibat Aktivitas Blasting PT Andesti Lumbung Sejahtera (ALS)

Selasa, 23 Januari 2018 - 09.05 WIB
105

Kupastuntas.co, Lampung Selatan – Aktivitas blasting (Peledakan) yang dilakukan PT Andesit Lumbung Sejahtera (ALS) di Desa Bandardalam, Kecamatan Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan, mengakibatkan puluhan rumah warga di Dusun Sukacai, mengalami rusak dan retak pada bagian dindingnya.

Menanggapi kejadian itu, Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan pun langsung mendatangi lokasi perusahaan pengelola batu andesit itu guna menindaklanjuti keluhan sejumlah warga, Senin (22/1).

Pihak perusahaan mengklaim telah melakukan upaya ganti rugi atas kondisi retaknya sejumlah rumah warga akibat aktivitas peledakan tersebut. Namun, ganti rugi ditolak warga.

“Mereka (perusahaan PT ALS) tahu kalau banyak rumah warga yang mengalami retak dan mereka mengklaim sudah memberikan uang ganti rugi untuk perbaikan rumah warga yang rusak,” kata Asisten Ekonomi dan Pembangunan (Ekobang) Setdakab Lamsel Mulyadi, kemarin.

Usai melakukan diskusi dengan pihak PT ALS, tim dari Pemkab Lampung Selatan pun bergerak ke lokasi Dusun Sukacai, Desa Bandardalam, untuk melihat secara langsung kondisi sejumlah rumah warga yang terkena dampak penggunaan bahan peledak.

“Setelah sampai di lokasi, ternyata banyak rumah warga yang rusak. Ada sekitar puluhan rumah yang mengalami retak pada bagian dinding akibat dampak peledakan itu,” ujar Mulyadi.

Mulyadi mengaku, masyarakat korban peledakan tidak menerima dana ganti rugi dari pihak perusahaan. Pasalnya, nilai yang diberikan itu tidak mencukupi untuk melakukan perbaikan rumah yang rusak.

“Warga bilang hanya diberikan uang Rp400 ribu, nah uang itu tidak cukup untuk mendandani rumah mereka yang rusak. Makanya mereka ngadu ke pemkab,” jelasnya.

Saat dilokasi, Mulyadi bersama tim juga sempat merasakan besarnya getaran yang ditimbulkan oleh bahan peledak PT ALS. Sehingga, tidak mengherankan dampaknya bisa merusak sejumlah rumah warga.

“Tadi sempat kita tungguin untuk merasakan secara langsung efek dari getaran, ternyata memang besar bener. Lebih besar ini daripada getaran pada ledakan PT SMAL. Jadi wajar saja kalau banyak rumah yang rusak akibat daripada itu,” kata Mulyadi.

Untuk itu, Mulyadi berencana emanggil pimpinan PT ALS untuk membahas lebih jauh keluhan warga dan upaya ganti rugi yang ideal yang mesti dilakukan pihak perusahaan.

“Pihak perusahaan sendiri sudah mengakui kalau ada dampak keretakan, makanya Rabu (24/1) ini kita panggil pimpinannya ke untuk datang ke kantor Pemkab guna membahas persoalan ini. Harapan kami, pimpinan perusahaannya sendiri yang hadir, tanpa diwakilkan,” tegasnya. (Dirsah/Edu)

Editor :