• Rabu, 26 Januari 2022

Kementrian PUPR Rencanakan Kerja Sama Pembangunan Bersama dengan Pemerintah Jepang, Sebanyak 6 Proyek Infrastruktur akan Digarap

Jumat, 19 Januari 2018 - 21.28 WIB
28

Kupastuntas.co, Jakarta – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono akan melakukan kerja sama dengan Jepang dalam hal pembangunan infrastruktur sebanyak 6 mega proyek.

Hal tersebut disampaikan oleh Hiroto Izumi selaku Penasehat Khusus Perdana Menteri Jepang. Lebih lanjut, Basuki menjelaskan fase pembangunan dalam kerja sama antar kedua negara. “Pertama, Patimban itu akan dimulai groundbreaking-nya di bulan Mei 2018 sehingga nanti Maret 2019 akan soft opening, detailnya nanti Pak Menhub.

“MRT fase 1, juga akhir 2018 ini akan diuji coba sehingga 2019 akan bisa dioperasikan. Untuk Timur dan Barat sedang dipersiapkan penetapan konsultannya,” Jelas Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono setelah mendampingi presiden bertemu dengan delegasi Utusan Khusus PM Jepang di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (19/1) .

Lebih lanjut, Basuki menguraikan, untuk kereta api Jakarta-Surabaya dengan kecepatan 5 ,5 jam dirasa lebih dari cukup, sehingga biaya yang mesti dikeluarkan juga akan dievaluasi ulang. Hal tersebut perlu dilakukan agar lebih efisien dan feasibility study-nya dapat disiapkan oleh Menteri Perhubungan.

Untuk beberapa jalan penghubung, sambung Basuki, akan dilakukan loan langsung ke Hutama Karya sebagai penugasan sehingga tidak akan membebani APBN. “Jadi dia langsung ke Hutama Karya. Itu akan kita groundbreaking mudah-mudahan akhir 2018 ini sudah mulai di groundbreaking,” Pungkasnya.

Berkaitan dengan Marsela, tambah Menteri PUPR, Pemerintah Jepang juga sedang menyiapkan agar dapat segera dimulai. Ia menambahkan, yang sedang dipikirkan dan disiapkan oleh Pemerintah Jepang ialah proyek perikanan di beberapa pulau terluar seperti misalnya Natuna, Morotai, dan lain sebagainya. (RLS)

Editor :