• Jumat, 19 Agustus 2022

Kawanan Gajah Liar Kembali Meneror Warga Kecamatan Semaka, Kepala Pekon: Kami Sudah Lelah Mengusir Gajah yang Merusak dan Mengganggu Warga

Rabu, 17 Januari 2018 - 11.18 WIB
105

Kupastuntas.co, Tanggamus – Selasa (16/1/2018) Kawanan gajah liar kelompok Talang Bambang kembali meneror warga sejumlah pekon di Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus. Warga mengaku lelah dan frustasi mengatasi gangguan gajah liar.

Kali ini kawanan gajah liar muncul kembali menebar teror karena lebih agresif mengejar warga yang mencoba menghalaunya. Akibatnya kehidupan warga Pekon Sedayu, Way Kerap, Parda Waras, Srikaton, Karang Agung, Sidomulyo, dan Tulang Asahan, sangat terancam dan tak nyaman akibat teror binatang bertubuh besar ini.

Warga mengaku semakin resah terhadap gangguan hewan berbadan besar tersebut. Karena selain merusak tanaman produktif milik warga, seperti kakao, kelapa, pisang, padi, pepaya, nangka, cempedak, durian dan berbagai tanaman holtikultura lainnya.

“Kami sudah lelah mengusir gajah yang selalu masuk ke pekon kami, karena selain telah merusak tanaman, juga mengganggu kenyamanan warga, karena gajah-gajah itu mulai masuk ke permukiman penduduk, dan mengejar warga yang dijumpainya, ” kata Ahsan, Kepala Pekon Tulung Asahan, Kecamatan Semaka, Selasa (16/1).

Untuk itu Ahsan meminta peran aktif pemerintah untuk mengatasi gangguan gajah. "Kami minta pemerintah dan pihak terkait seperti Balai Besar TNBBS, BKSDA aktif mengatasi gajah liar ini. Karena penanganan yang dilakukan selama ini 'setengah hati'," kata Ahsan.

Sebelumnya, berbagai cara sudah dilakukan untuk mengusir gajah agar keluar dari wilayah Kecamatan Semaka itu, termasuk mendatangkan gajah terlatih dari Taman Nasional Way Kambas.  Namun usaha itu, belum dapat mengatasi gangguan gajah liar.

“Kami berharap gajah terlatih dapat terus ditempatkan di Semaka, bila perlu lakukan relokasi," kata Boniran, warga Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka.

Warga juga mendesak pemerintah memberi perhatian serius terhadap konflik gajah liar ini dan melakukan upaya agar masalah ini dapat terselesaikan.

"Saya yakin, bila ini dibiarkan tanpa solusi akan ada jatuh korban jiwa, baik warga maupun gajah liar itu. Kami sudah frustasi dan lelah menghadapinya," kata Rahmat, warga Pekon Karang Agung.

Sementara itu, Tim Patroli Gajah TNWK ini diterjunkan mengatasi konflik gajah di Pekon Sidomulyo, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, sejak Minggu, 19 November 2017. Kawanan gajah ini masuk ke perkampungan warga di Pekon Karang Agung dan Srikaton, sejak Juli 2017.

Menurut Camat Semaka, Edy Fachrurrozi, kerusakan akibat kehadiran kawanan gajah tersebut, lebih dari 100 hektar.

"Awalnya kawanan gajah itu bisa digiring masuk TNBBS, tetapi sejak gajah terlatihnya dikembalikan ke TNWK, kawanan gajah ini kembali keluar hutan dan menebar teror," kata Edy.

Edy juga menambahkan bahwa kawanan gajah tersebut berjumlah 12 ekor gajah. Daerah jelajahnya meliputi Sedayu, Way Kerap, Parda Waras, Srikaton, Karang Agung, Sidomulyo, dan Talang Asahan. Kawanan hewan ini melahap kelapa, padi, pepaya, dan pohon nakada (nangka cempedak) yang jadi komoditas ekspor dari Tanggamus. (Sayuti)

Editor :