• Jumat, 26 Juni 2026

Viral! Warga Metro Protes Jalan Pattimura Masih Bagus Dicor Lagi

Jumat, 26 Juni 2026 - 13.34 WIB
241

Warga mempertanyakan pengecoran Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara yang dinilai masih dalam kondisi baik dan meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Metro – Sebuah video yang memperlihatkan protes warga terhadap proyek peningkatan Jalan Pattimura di Kecamatan Metro Utara viral di media sosial. Warga mempertanyakan pengecoran pada ruas jalan yang dinilai masih dalam kondisi baik dan meminta pemerintah memprioritaskan perbaikan jalan yang rusak.

Dalam video berdurasi 1 menit 42 detik tersebut, seorang tokoh masyarakat Metro Utara, Ahmad Suberman, terlihat menyampaikan keberatan terhadap pekerjaan pengecoran yang sedang berlangsung. Menurutnya, pembangunan seharusnya difokuskan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan agar anggaran pemerintah dimanfaatkan secara lebih efektif.

"Saya atas nama masyarakat yang dilewati pembangunan ini menolak pembangunan titik jalan yang sudah dibeton mau dibeton lagi," ujar Ahmad dalam video yang beredar, Jumat (26/6/2026).

Ia menilai pekerjaan tersebut berpotensi menghamburkan anggaran karena dilakukan pada ruas jalan beton yang masih layak dilalui.

"Ini merugikan uang negara berapa miliar. Saya masyarakat menolak pembangunan yang mubazir. Jalan yang sudah bagus kok mau dibeton lagi, kenapa tidak dibagusin yang rusak, kan masih banyak," katanya.

Menurut Ahmad, ruas jalan yang dipersoalkan memiliki panjang sekitar 110 meter dan hingga kini belum menunjukkan kerusakan yang memerlukan pembangunan ulang secara menyeluruh.

Ia berharap Pemerintah Provinsi Lampung mengevaluasi pelaksanaan proyek tersebut sehingga anggaran dapat dialihkan untuk memperbaiki ruas jalan yang berlubang atau rusak berat.

"Kami berharap Pemerintah Provinsi Lampung melakukan evaluasi terhadap perbaikan Jalan Pattimura ini. Tolong perbaiki jalan yang rusak, sedangkan yang sudah dicor dan kondisinya masih bagus ini biarkan supaya tidak mubazir uangnya," ujarnya.

Ahmad menegaskan masyarakat bukan menolak pembangunan infrastruktur. Menurutnya, warga justru mendukung peningkatan kualitas jalan selama pelaksanaannya didasarkan pada kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengusulkan agar titik-titik jalan yang masih layak dipertahankan sehingga anggaran dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki ruas lain yang lebih membutuhkan penanganan.

"Jadi titik-titik yang sudah dicor kami harap tidak perlu dicor lagi. Masyarakat mengharapkan yang diperbaiki, dicor, dan diaspal halus adalah jalan-jalan yang masih rusak dan berlubang," tandasnya.

Video tersebut kemudian memicu beragam tanggapan dari warganet. Sebagian mendukung aspirasi warga dengan alasan pembangunan infrastruktur seharusnya mengedepankan skala prioritas dan efisiensi penggunaan anggaran.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Provinsi Lampung, Pemerintah Kota Metro, maupun kontraktor pelaksana terkait alasan teknis pengecoran pada ruas jalan yang dipersoalkan warga.

Media masih berupaya mengonfirmasi pihak-pihak terkait untuk memperoleh penjelasan mengenai dasar teknis pelaksanaan proyek tersebut, termasuk apakah pekerjaan dilakukan sebagai bagian dari peningkatan struktur jalan, penyesuaian elevasi, atau pertimbangan teknis lainnya, sehingga informasi yang disampaikan kepada publik tetap utuh dan berimbang. (*)

Editor : Erik Handoko