Kunjungan Wisatawan di Lampung Barat Melonjak 54,2 Persen di Maret 2026
Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat, Imam Sumantri. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung
Barat pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang dinamis dengan
total mencapai 212.747 kunjungan. Data ini menjadi indikator awal pergerakan
sektor pariwisata daerah sepanjang Januari hingga Maret.
Berdasarkan rekapitulasi, kunjungan wisata didominasi oleh wisatawan
nusantara, sementara wisatawan mancanegara belum memberikan kontribusi
signifikan pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan, pasar domestik masih
menjadi penopang utama sektor pariwisata Lampung Barat.
Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak
86.202 orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk
berwisata di awal tahun, seiring dengan momentum libur yang masih terasa.
Namun, pada Februari terjadi penurunan cukup tajam dengan jumlah kunjungan
turun menjadi 49.777 orang. Penurunan ini diperkirakan dipengaruhi oleh
berkurangnya momentum liburan serta faktor cuaca yang turut memengaruhi
mobilitas wisatawan.
Memasuki Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan kembali mengalami
peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 76.768 kunjungan, atau naik sekitar
54,2 persen dibandingkan bulan Februari, menunjukkan pemulihan aktivitas wisata
masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah momentum penting yang terjadi
pada bulan tersebut.
Selain memasuki bulan suci Ramadhan, yang mendorong aktivitas wisata ringan
seperti ngabuburit dan wisata kuliner berbuka puasa, peningkatan kunjungan juga
didukung oleh penyelenggaraan Pesta Sekura Cakak Buah.
Kegiatan budaya khas Lampung Barat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi
masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Atraksi yang ditampilkan
dikenal unik, interaktif, dan sarat nilai tradisi, sehingga mampu menarik
perhatian pengunjung.
Momentum tersebut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat untuk
berkunjung, baik untuk menyaksikan kegiatan budaya maupun melakukan wisata
sekaligus bersilaturahmi selama bulan Ramadhan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat, Bernaria,
melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Imam Sumantri,
menyampaikan bahwa tren peningkatan kunjungan pada Maret menjadi sinyal positif
bagi sektor pariwisata daerah.
“Peningkatan kunjungan pada Maret ini menunjukkan adanya pemulihan minat
wisata masyarakat. Momentum Ramadhan dan event budaya seperti Pesta Sekura
Cakak Buah sangat berpengaruh dalam mendorong pergerakan wisatawan,” ujar Imam
Sumantri saat diminta keterangan, Rabu (15/4/2026).
Ia menambahkan, kombinasi antara aktivitas keagamaan dan kegiatan budaya
terbukti mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya dari
dalam daerah maupun luar Lampung Barat.
“Event budaya yang kita miliki memiliki keunikan dan nilai tradisi yang
kuat. Ini menjadi potensi besar yang terus kita dorong sebagai magnet wisata,”
katanya.
Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut juga tidak lepas dari
meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk
berwisata ringan sekaligus bersilaturahmi.
“Kita melihat masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga
untuk menikmati suasana Ramadhan, berburu kuliner berbuka puasa, serta
menghadiri kegiatan budaya yang menjadi ciri khas Lampung Barat,"
lanjutnya.
Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan
berbagai strategi promosi, baik melalui media digital maupun kolaborasi dengan
berbagai pihak, termasuk komunitas dan pelaku industri pariwisata.
“Kami akan memperkuat promosi destinasi unggulan melalui platform digital,
serta menjalin kerja sama dengan pelaku industri pariwisata juga dengan
komunitas wisata untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.
Selain itu, Disporapar juga berupaya meningkatkan kualitas destinasi
wisata, mulai dari fasilitas pendukung, kebersihan, hingga kenyamanan bagi pengunjung.
“Kualitas pelayanan menjadi kunci. Kami mendorong pengelola destinasi untuk
terus berbenah agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,”
ujarnya.
Pengembangan event budaya dan ekonomi kreatif juga akan terus ditingkatkan
sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan. Dengan berbagai upaya tersebut,
pemerintah daerah optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat
pada triwulan berikutnya dan memberikan dampak positif bagi perekonomian
masyarakat setempat. (*)
Berita Lainnya
-
Bawang Putih Jadi Taruhan Baru Ekonomi Petani Lampung Barat
Rabu, 15 April 2026 -
11 Bencana Terjang Lampung Barat Awal 2026, Didominasi Longsor
Rabu, 15 April 2026 -
Pemkab Lampung Barat Bantah Jalan Way Tenong-Air Hitam Lumpuh Total: Hanya Jalur Alternatif
Selasa, 14 April 2026 -
31 Tahun Mengabdi, Ismet Inoni Tinggalkan Jejak di Birokrasi Lampung Barat
Selasa, 14 April 2026








