• Rabu, 15 April 2026

Kunjungan Wisatawan di Lampung Barat Melonjak 54,2 Persen di Maret 2026

Rabu, 15 April 2026 - 17.12 WIB
77

Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat, Imam Sumantri. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Kunjungan wisatawan ke Kabupaten Lampung Barat pada triwulan pertama tahun 2026 menunjukkan tren yang dinamis dengan total mencapai 212.747 kunjungan. Data ini menjadi indikator awal pergerakan sektor pariwisata daerah sepanjang Januari hingga Maret.

Berdasarkan rekapitulasi, kunjungan wisata didominasi oleh wisatawan nusantara, sementara wisatawan mancanegara belum memberikan kontribusi signifikan pada periode tersebut. Kondisi ini menunjukkan, pasar domestik masih menjadi penopang utama sektor pariwisata Lampung Barat.

Pada Januari 2026, jumlah kunjungan wisatawan nusantara tercatat sebanyak 86.202 orang. Angka tersebut mencerminkan tingginya minat masyarakat untuk berwisata di awal tahun, seiring dengan momentum libur yang masih terasa.

Namun, pada Februari terjadi penurunan cukup tajam dengan jumlah kunjungan turun menjadi 49.777 orang. Penurunan ini diperkirakan dipengaruhi oleh berkurangnya momentum liburan serta faktor cuaca yang turut memengaruhi mobilitas wisatawan.

Memasuki Maret 2026, jumlah kunjungan wisatawan kembali mengalami peningkatan signifikan. Tercatat sebanyak 76.768 kunjungan, atau naik sekitar 54,2 persen dibandingkan bulan Februari, menunjukkan pemulihan aktivitas wisata masyarakat, tetapi juga dipengaruhi oleh sejumlah momentum penting yang terjadi pada bulan tersebut.

Selain memasuki bulan suci Ramadhan, yang mendorong aktivitas wisata ringan seperti ngabuburit dan wisata kuliner berbuka puasa, peningkatan kunjungan juga didukung oleh penyelenggaraan Pesta Sekura Cakak Buah.

Kegiatan budaya khas Lampung Barat ini memiliki daya tarik tersendiri bagi masyarakat lokal maupun wisatawan dari luar daerah. Atraksi yang ditampilkan dikenal unik, interaktif, dan sarat nilai tradisi, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung.

Momentum tersebut mendorong peningkatan mobilitas masyarakat untuk berkunjung, baik untuk menyaksikan kegiatan budaya maupun melakukan wisata sekaligus bersilaturahmi selama bulan Ramadhan.

Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Lampung Barat, Bernaria, melalui Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Imam Sumantri, menyampaikan bahwa tren peningkatan kunjungan pada Maret menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.

“Peningkatan kunjungan pada Maret ini menunjukkan adanya pemulihan minat wisata masyarakat. Momentum Ramadhan dan event budaya seperti Pesta Sekura Cakak Buah sangat berpengaruh dalam mendorong pergerakan wisatawan,” ujar Imam Sumantri saat diminta keterangan, Rabu (15/4/2026).

Ia menambahkan, kombinasi antara aktivitas keagamaan dan kegiatan budaya terbukti mampu menciptakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya dari dalam daerah maupun luar Lampung Barat.

“Event budaya yang kita miliki memiliki keunikan dan nilai tradisi yang kuat. Ini menjadi potensi besar yang terus kita dorong sebagai magnet wisata,” katanya.

Menurutnya, peningkatan kunjungan tersebut juga tidak lepas dari meningkatnya mobilitas masyarakat yang memanfaatkan momen Ramadhan untuk berwisata ringan sekaligus bersilaturahmi.

“Kita melihat masyarakat tidak hanya datang untuk berwisata, tetapi juga untuk menikmati suasana Ramadhan, berburu kuliner berbuka puasa, serta menghadiri kegiatan budaya yang menjadi ciri khas Lampung Barat," lanjutnya.

Untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke depan, pihaknya akan mengoptimalkan berbagai strategi promosi, baik melalui media digital maupun kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas dan pelaku industri pariwisata.

“Kami akan memperkuat promosi destinasi unggulan melalui platform digital, serta menjalin kerja sama dengan pelaku industri pariwisata juga dengan komunitas wisata untuk memperluas jangkauan pasar,” jelasnya.

Selain itu, Disporapar juga berupaya meningkatkan kualitas destinasi wisata, mulai dari fasilitas pendukung, kebersihan, hingga kenyamanan bagi pengunjung. “Kualitas pelayanan menjadi kunci. Kami mendorong pengelola destinasi untuk terus berbenah agar wisatawan merasa nyaman dan ingin kembali berkunjung,” ujarnya.

Pengembangan event budaya dan ekonomi kreatif juga akan terus ditingkatkan sebagai daya tarik tambahan bagi wisatawan. Dengan berbagai upaya tersebut, pemerintah daerah optimistis jumlah kunjungan wisatawan akan terus meningkat pada triwulan berikutnya dan memberikan dampak positif bagi perekonomian masyarakat setempat. (*)