• Rabu, 15 April 2026

Bawang Putih Jadi Taruhan Baru Ekonomi Petani Lampung Barat

Rabu, 15 April 2026 - 13.18 WIB
76

Penanaman perdana bawang putih di lahan milik Imbuh, seorang petani di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, pada Rabu, 15 April 2026. Foto: Echa/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mulai mengarahkan langkah strategis untuk memperkuat sektor pertanian dengan menyiapkan daerah tersebut sebagai sentra pengembangan bawang putih di Provinsi Lampung.

Upaya ini menjadi bagian dari dorongan meningkatkan kemandirian pangan sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas tersebut.

Langkah awal program ini ditandai dengan penanaman perdana bawang putih yang dilakukan langsung oleh Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Kegiatan tersebut berlangsung di lahan milik Imbuh, seorang petani di Pekon Bandar Baru, Kecamatan Sukau, pada Rabu, 15 April 2026.

Penanaman perdana ini tidak sekadar seremoni, melainkan menjadi titik awal implementasi program pengembangan bawang putih yang digagas sebagai bagian dari agenda nasional menuju swasembada pangan, khususnya untuk komoditas bawang putih yang selama ini masih bergantung pada pasokan luar negeri.

Kapolres Lampung Barat, AKBP Samsu Wirman, menjelaskan bahwa sebelum program ini dijalankan, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, termasuk meningkatkan kapasitas petani melalui kegiatan pembelajaran langsung di daerah yang telah lebih dulu berhasil mengembangkan bawang putih.

Ia mengungkapkan, dua petani asal Kecamatan Sukau telah dikirim ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, untuk melakukan studi banding. Di daerah tersebut, keduanya mempelajari secara langsung seluruh tahapan budidaya bawang putih, mulai dari persiapan lahan, proses tanam, perawatan, hingga penanganan pascapanen.

“Beberapa waktu lalu kita sudah mengajak dua orang petani asal Kecamatan Sukau ini bersama pak bupati untuk melakukan pembelajaran ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, agar melihat langsung bagaimana proses pengembangan bawang putih mulai dari persiapan tanam, perawatan hingga pascapanen,” ujar Samsu Wirman.

Menurutnya, pengembangan bawang putih di Lampung Barat bukan tanpa dasar, melainkan merupakan gagasan sekaligus arahan langsung dari Kapolda Lampung yang melihat potensi wilayah tersebut untuk dikembangkan sebagai sentra produksi baru.

Sementara itu, Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada keseriusan semua pihak, terutama para petani yang terlibat langsung dalam proses budidaya.

Ia mengakui, pengembangan bawang putih merupakan hal baru bagi Lampung Barat yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra produksi sayur-mayur terbesar di Provinsi Lampung.

Selama ini, kata Parosil, mayoritas petani di wilayahnya lebih fokus pada komoditas seperti tomat, wortel, cabai, dan kubis, yang telah lebih dulu berkembang dan menjadi andalan perekonomian masyarakat.

"Lampung Barat ini dikenal sebagai sentra pertanian sayur-mayur terbesar di Lampung. Namun selama ini kebanyakan petani mengembangkan komoditas seperti tomat, wortel, cabai, dan kubis. Untuk bawang putih ini baru pertama kali,” ujarnya.

Parosil menekankan bahwa kehadiran komoditas baru ini harus dipandang sebagai peluang untuk diversifikasi pertanian sekaligus meningkatkan nilai ekonomi hasil tani masyarakat.

Ia juga secara khusus meminta kepada petani, terutama Imbuh yang telah mengikuti studi banding, agar benar-benar menerapkan ilmu yang diperoleh selama pelatihan di Lombok secara maksimal di lapangan.

Menurutnya, bawang putih memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan karena termasuk komoditas dengan harga relatif stabil dibandingkan sejumlah komoditas hortikultura lainnya.

"Hari ini kita dihadapkan dengan inovasi baru, bagaimana caranya pengembangan bawang putih ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Bawang putih merupakan salah satu komoditas yang harganya cukup stabil,” kata Parosil.

Dengan dimulainya penanaman perdana ini, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat berharap pengembangan bawang putih dapat berjalan berkelanjutan dan menjadi salah satu penggerak baru ekonomi masyarakat, sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai lumbung hortikultura di Provinsi Lampung. (*)