• Senin, 13 April 2026

Pemkot Metro Segera Buka Seleksi Terbuka Tujuh Kursi Strategis

Senin, 13 April 2026 - 10.43 WIB
459

Pemkot Metro Segera Buka Seleksi Terbuka Tujuh Kursi Strategis. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Metro - Pemerintah Kota (Pemkot) Metro bersiap membuka seleksi terbuka (Selter) untuk mengisi tujuh kursi pejabat strategis yang selama ini dinilai krusial dalam menopang kinerja birokrasi.

Langkah pembukaan Selter ini dinilai sebagai momentum penting dalam penataan ulang struktur birokrasi di Kota Metro, sekaligus ujian komitmen pemerintah daerah dalam menerapkan prinsip transparansi dan meritokrasi.

Tujuh jabatan yang akan diperebutkan meliputi posisi Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Metro, Asisten III Setda, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Kepala Dinas Kominfotik, Sekretaris DPRD (Sekwan), Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR), serta Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Metro, Elmanani mengungkapkan, seluruh proses saat ini masih menunggu persetujuan teknis (Pertek) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).

"Kita tinggal menunggu persetujuan teknis dari BKN baru bisa diumumkan. Sesegera mungkin, kita masih menunggu minggu ini InsyaAllah dari pertek itu sudah keluar langsung kita umumkan," kata Elmanani saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Senin (13/4/2026).

Ia menjelaskan, selter tersebut mencakup satu posisi Sekda dan enam kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, komposisi pansel nantinya akan diisi oleh unsur yang beragam, mulai dari akademisi, perwakilan pemerintah provinsi, hingga internal Pemkot Metro.

"Untuk panselnya itu campur ada akademisi, yang Sekda ada dari provinsi. Untuk selter kepala OPD juga campur ada yang dari kita, ada yang dari provinsi juga ada yang dari akademisi," jelasnya.

Namun demikian, saat ditanya lebih jauh terkait komposisi detail pansel, Elmanani masih menutup rapat informasi tersebut. Ia beralasan, penetapan pansel juga masih menunggu keluarnya pertek dari BKN.

"Untuk Panselnya kita juga masih menunggu. Untuk komposisinya belum bisa kami informasikan, pokoknya kalau pertek sudah keluar nanti bisa hubungi saya," tandasnya.

Pengamat Kebijakan Publik dari FISIP Universitas Dharma Wacana Metro, Pindo Rizki Saputra menilai, Pemkot Metro harus ekstra hati-hati dalam menyusun komposisi pansel.

Keterbukaan informasi menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik, terlebih jabatan yang diperebutkan merupakan posisi strategis yang berpengaruh langsung terhadap pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah.

"Jika proses selter ini berjalan tanpa transparansi, bukan tidak mungkin akan memunculkan persepsi negatif di tengah masyarakat, bahwa seleksi hanya menjadi formalitas untuk mengakomodasi kepentingan tertentu. Sebaliknya, jika dilakukan secara objektif dan profesional, selter ini bisa menjadi titik balik reformasi birokrasi di Kota Metro," tutup Pengamat Kebijakan Publik dari FISIP Universitas Dharma Wacana Metro, Pindo Rizki Saputra. (*)