• Rabu, 08 April 2026

Pengendara Keluhkan Jalan Retak di Lampung Barat Tak Kunjung Diperbaiki

Rabu, 08 April 2026 - 11.33 WIB
40

Tampak beberapa kondisi jalan retak yang walaupun sudah diberi tanda tapi belum diperbaiki. Foto: Echa/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Sejumlah pengendara mempertanyakan penanganan perbaikan beberapa titik ruas jalan nasional di Lampung Barat yang sebelumnya telah diberi tanda berupa garis putih. Mereka menilai, penandaan tersebut seharusnya diikuti dengan perbaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Keluhan juga muncul karena di sejumlah titik masih terdapat kerusakan berupa retakan pada badan jalan yang hingga kini belum dilakukan penambalan. Meskipun kerusakan tersebut belum tergolong parah, kondisi itu dikhawatirkan akan semakin memburuk apabila tidak segera ditangani.

"Ini sudah retak-retak, jika kondisinya dibiarkan tidak segera ditangani pasti bakalan tambah parah kedepan, lagian kan ini sudah ditandai seharusnya sudah masuk daftar perbaikan dong jangan hanya sekedar laporan saja," kata salah seorang pengendara, Rabu (8/4/2026).

Berdasarkan pantauan di beberapa titik ruas jalan Nasional di Lampung Barat, tepatnya di Pekon (Desa) Sebarus, Kecamatan Balik Bukit, banyak titik jalan yang sudah diberi tanda garis putih namun belum dilakukan perbaikan, rata-rata pada titik tersebut kondisi jalan sudah mengalami kerusakan walaupun di dominasi retakan.

Setidaknya ada puluhan titik yang mengalami kondisi serupa, namun belum diketahui penanganan seperti apa yang akan dilakukan oleh pihak BPJN dengan memberi tanda garis putih pada ruas jalan tersebut, namun warga berharap kerusakan-kerusakan yang terjadi langsung diperbaiki agar tidak semakin parah dan mengganggu pengendara.

Menanggapi keluhan pengendara tersebut, Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) wilayah Lampung melalui tim lapangan di Kabupaten Lampung Barat mengklaim telah melakukan penanganan intensif terhadap ratusan lubang yang tersebar di sejumlah ruas jalan nasional.

Koordinator Lapangan BPJN Lampung, Joko Purnomo, mengatakan bahwa penanganan difokuskan pada titik-titik jalan yang mengalami kerusakan berupa lubang. Hal ini dilakukan berdasarkan arahan yang diterima tim lapangan sebelum periode mudik Lebaran dimulai.

Menurutnya, prioritas utama dalam pekerjaan adalah menutup lubang yang sudah terbentuk di badan jalan. Sementara itu, untuk kerusakan berupa retakan, pihaknya masih melakukan pendataan lebih lanjut guna menyesuaikan dengan ketersediaan volume pekerjaan yang direncanakan.

Ia menjelaskan bahwa penandaan pada sejumlah titik jalan yang mengalami retak dilakukan sebagai bagian dari proses pengumpulan data. Data tersebut nantinya akan digunakan sebagai bahan pembanding dengan rencana anggaran biaya (RAB) yang telah disusun sebelumnya.

Dalam RAB, lanjutnya, telah ditentukan volume pekerjaan khusus untuk penanganan lubang jalan. Namun demikian, pihaknya masih perlu memastikan apakah volume tersebut juga mencakup penanganan kerusakan yang masih berupa retakan atau belum berkembang menjadi lubang.

“Penandaan ini penting untuk memastikan apakah volume yang disiapkan dalam RAB mencukupi atau tidak, terutama jika harus mencakup perbaikan retak yang berpotensi menjadi lubang,” ujar Joko saat dikonfirmasi via sambungan selulernya, Rabu (8/4/2026).

Ia juga menyebutkan, hingga saat ini proses pengecekan data masih terus dilakukan oleh tim di lapangan. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan akurasi jumlah kerusakan serta efektivitas penanganan yang telah dilakukan.

Ia mengungkapkan bahwa tidak seluruh ruas jalan nasional di Lampung Barat berada di bawah penanganan BPJN. Terdapat beberapa ruas yang juga ditangani oleh pihak lain, seperti Balai Pelaksanaan Jalan (BLP), sehingga koordinasi antarinstansi tetap diperlukan.

Adapun sejumlah ruas jalan yang telah ditangani sebelum Lebaran meliputi ruas Padang Tambak hingga batas Kota Liwa dengan total penanganan sebanyak 120 lubang. Penanganan tersebut dilakukan secara bertahap sesuai dengan tingkat kerusakan yang ditemukan di lapangan.

Kemudian, pada ruas Kota Liwa khususnya di Jalan Jenderal Sudirman, tercatat sebanyak 81 lubang telah berhasil ditutup oleh tim BPJN. Ruas ini menjadi salah satu jalur penting dengan intensitas lalu lintas yang cukup tinggi.

Selanjutnya, pada ruas Kota Liwa hingga Simpang Gunung Kemala, jumlah lubang yang telah ditangani mencapai 208 titik. Ruas ini juga menjadi prioritas mengingat perannya sebagai penghubung antarwilayah di Lampung Barat.

Terkait anggaran, Joko mengaku tidak memiliki informasi detail mengenai besaran dana yang digunakan dalam kegiatan tersebut. Ia menegaskan bahwa tim di lapangan hanya menjalankan instruksi dari kantor pusat sesuai dengan tugas yang diberikan.

“Kami di lapangan fokus pada pelaksanaan pekerjaan sesuai arahan, terutama untuk memastikan lubang-lubang yang berpotensi membahayakan pengguna jalan dapat segera ditangani sebelum Lebaran,” pungkasnya. (*)