• Senin, 06 April 2026

Nelayan di Perairan Lampung Timur Meninggal Terjatuh dari Kapal

Senin, 06 April 2026 - 14.06 WIB
18

Proses evakuasi jasad nelayan di Lampung Timur yang meninggal akibat jatuh dari kapal. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Seorang nelayan dilaporkan terjatuh dari kapal saat mencari ikan di perairan sekitar PGN Pertamina, Kecamatan Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur. Setelah dilakukan pencarian oleh tim SAR gabungan, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Minggu (5/4/2026) malam.

Komandan Pos SAR Bakauheni, Rezie menyampaikan, korban diketahui bernama Selamet (50), warga Teluk Betung, Bandar Lampung. Berdasarkan informasi yang dihimpun, peristiwa tersebut bermula pada Jumat (3/4/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, saat Kapal Ikan Wahana Kaya berangkat dari Pandeglang, Banten menuju perairan Lampung Timur untuk mencari ikan.

Keesokan harinya, Sabtu (4/4/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, korban bersama anak buah kapal (ABK) lainnya tengah menyortir hasil tangkapan di bagian depan kapal. Namun, beberapa saat kemudian korban tidak lagi terlihat dan diduga terjatuh ke laut tanpa diketahui rekan-rekannya.

Kejadian tersebut kemudian dilaporkan kepada pihak Polairud Lampung Timur dan diteruskan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Lampung. “Menindaklanjuti laporan itu, tim rescue dari Pos SAR Bakauheni langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian dengan jarak tempuh sekitar 32,32 mil laut,” jelas Rezie, Senin (6/4/2026).

Rezie menambahkan, setibanya di lokasi pada Minggu pagi, tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, Polairud, TNI AL, serta unsur nelayan setempat langsung melakukan pencarian.

Operasi pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU),SRU 1 melaksanakan pencarian dari titik koordinat 5°18'38.59"S - 105°57'12.45"E hingga 5°25'47.40"S - 105°57'9.33"E menggunakan kapal nelayan dan SRU 2 melaksanakan pencarian dari titik koordinat 5°25'48.20"S - 106° 6'30.04"E hingga koordinat 5°32'42.91"S - 106° 6'34.03"E menggunakan rigid inflatable boat (RIB).

“Namun, pencarian sempat dihentikan sementara pada sore hari akibat kondisi cuaca yang kurang bersahabat, disertai hujan dan gelombang laut,” ungkap dia.

Sekitar pukul 18.30 WIB, lanjut Rezie, tim SAR menerima informasi dari kapal tugboat yang melintas bahwa korban terlihat mengapung sekitar 10 mil laut arah tenggara dari lokasi kejadian awal. Tim SAR gabungan kemudian bergerak menuju titik tersebut dan berhasil mengevakuasi korban pada pukul 20.30 WIB.

“Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan langsung dievakuasi ke Puskesmas Labuhan Maringgai,” jelasnya.

Dengan ditemukannya korban, operasi SAR resmi dihentikan dan dinyatakan selesai pada pukul 21.00 WIB. Seluruh unsur yang terlibat kemudian dikembalikan ke satuannya masing-masing. (*)