Bupati Lampung Barat Beberkan Capaian 2025: Ekonomi Melaju dan Kemiskinan Menyusut
Rapat Paripurna DPRD dalam agenda Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah, di gedung DPRD Lampung Barat, Selasa (31/3/2026). Foto: Echa/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memaparkan sejumlah capaian kinerja pembangunan daerah tahun 2025 yang menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga penurunan angka kemiskinan.
Hal itu disampaikan Parosil Mabsus, dalam Rapat Paripurna DPRD dalam agenda Nota Pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPj) Kepala Daerah, di gedung DPRD setempat, Selasa (31/3/2026).
Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, mengapresiasi tingkat kehadiran anggota DPRD dalam rapat paripurna penyampaian nota pengantar Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) APBD Tahun Anggaran 2025 tersebut.
Menurut Parosil, tingginya kehadiran anggota dewan mencerminkan komitmen bersama dalam mengawal jalannya pemerintahan dan pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Parosil Mabsus menyoroti pertumbuhan ekonomi Lampung Barat yang mencapai 5,45 persen pada tahun 2025. Angka itu meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 4,36 persen.
"Pertumbuhan ekonomi kita mengalami percepatan. Ini menjadi indikator bahwa aktivitas ekonomi masyarakat mulai bergerak lebih baik,” ujar Parosil di hadapan pimpinan dan anggota DPRD saat menyampaikan sambutan.
Selain itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan menjadi 9,93 persen atau setara 31.230 jiwa. Angka tersebut turun 0,75 persen dibandingkan tahun 2024 yang berada di angka 10,68 persen.
"Penurunan angka kemiskinan ini menunjukkan bahwa program-program yang kita jalankan mulai memberikan dampak nyata, meskipun masih perlu terus kita dorong,” katanya.
Dari sisi kesejahteraan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Lampung Barat turut mengalami peningkatan menjadi 73,14 poin. Capaian tersebut menempatkan Lampung Barat dalam kategori tinggi dan berada di peringkat keenam se-Provinsi Lampung.
Parosil menjelaskan, peningkatan IPM didukung oleh sejumlah komponen seperti usia harapan hidup yang mencapai 74,24 tahun, rata-rata lama sekolah 8,57 tahun, serta peningkatan pengeluaran per kapita masyarakat.
Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku tercatat sebesar Rp10,733 triliun atau naik sekitar 8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. PDRB per kapita juga meningkat menjadi Rp33,77 juta.
"Struktur ekonomi kita masih didominasi sektor pertanian dengan kontribusi 44,09 persen. Ini menunjukkan sektor ini masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, tingkat pengangguran terbuka tercatat sebesar 2,11 persen atau sekitar 4.000 jiwa. Angka ini mengalami kenaikan tipis dibandingkan tahun sebelumnya, meski secara umum masih berada dalam kategori rendah.
Parosil juga menyinggung tingkat ketimpangan pendapatan yang diukur melalui gini rasio. Pada tahun 2025, angka gini rasio berada di level 0,260 atau lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya.
"Artinya distribusi pendapatan masyarakat kita semakin merata. Ini menjadi salah satu indikator penting dalam pembangunan yang berkeadilan,” ujarnya.
Dalam aspek keuangan daerah, realisasi pendapatan mencapai Rp1,023 triliun atau 96,56 persen dari target. Sementara belanja daerah terealisasi sebesar Rp1,014 triliun atau 92,73 persen dari total anggaran.
Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran (SiLPA) tahun 2025 tercatat sebesar Rp43,022 miliar. Parosil menilai capaian tersebut menunjukkan pengelolaan keuangan daerah yang cukup optimal.
"Kita terus berupaya menjaga keseimbangan fiskal agar pembangunan tetap berjalan tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian,” katanya.
Lebih lanjut, Parosil menyampaikan bahwa capaian kinerja daerah secara umum juga tercermin dari realisasi Indikator Kinerja Utama (IKU) yang mencapai rata-rata 72 persen. Dari total 14 indikator, sebanyak 10 indikator melampaui target.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah indikator yang belum mencapai target. Hal tersebut menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah daerah ke depan.
"Kami menyadari belum semua target dapat tercapai. Ini menjadi catatan penting untuk perbaikan kinerja di tahun berikutnya,” tegasnya.
Ia juga menekankan bahwa capaian pembangunan tidak terlepas dari peran seluruh pihak, termasuk DPRD, masyarakat, pelaku usaha, hingga media.
Menurutnya, sinergi yang terbangun selama ini menjadi faktor kunci dalam mendorong berbagai program pembangunan berjalan dengan baik. “Keberhasilan ini adalah hasil kerja bersama. Kami berharap kolaborasi ini terus terjaga dan semakin diperkuat,” ujarnya.
Di akhir penyampaiannya, Parosil Mabsus meminta dukungan seluruh pihak untuk terus melakukan pembenahan di berbagai sektor pembangunan, terutama pada aspek yang dinilai masih belum optimal.
"Kami berkomitmen untuk terus melakukan perbaikan dan penyempurnaan, agar pembangunan di Lampung Barat semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Tiga Tarian Khas Lampung Barat Jadi Warisan Budaya Indonesia
Selasa, 31 Maret 2026 -
Zepy Tantalo Resmi Jabat Kasi Pidsus Kejari Lambar Gantikan Wendra Setiawan
Selasa, 31 Maret 2026 -
265 Usulan Masuk Musrenbang, Ketua DPRD Lampung Barat Minta Program Tepat Sasaran
Senin, 30 Maret 2026 -
Songsong Era Digital, UTS SD di Lampung Barat Perdana Gunakan Smartphone
Senin, 30 Maret 2026








