• Kamis, 26 Maret 2026

Pemprov Lampung Kucurkan Rp40,52 Miliar untuk Perbaikan Jalan di Lampung Utara

Kamis, 26 Maret 2026 - 15.43 WIB
23

Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026). Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung mengalokasikan anggaran sebesar Rp40,52 miliar untuk perbaikan jalan provinsi di Kabupaten Lampung Utara pada tahun 2026.

Anggaran tersebut difokuskan untuk peningkatan kualitas jalan sepanjang 5,39 kilometer guna memperkuat konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, saat menghadiri Musrenbang dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Lampung Utara Tahun 2027 di Gedung Pusiban Agung Kotabumi, Kamis (26/3/2026).

Selain perbaikan jalan, Pemprov Lampung juga mengalokasikan Rp1,98 miliar untuk penanganan jalan desa serta Rp2,1 miliar untuk pembangunan satu jembatan di Lampung Utara.

"Kami berkomitmen untuk terus memperkuat pembangunan infrastruktur sebagai fondasi utama pertumbuhan ekonomi daerah," ujar Gubernur Mirza.

Ia menjelaskan, pembangunan infrastruktur yang memadai akan memperlancar distribusi hasil pertanian, menekan biaya logistik, serta membuka akses pasar yang lebih luas bagi masyarakat.

Berdasarkan data, tingkat kemantapan jalan provinsi di Lampung Utara saat ini mencapai 93,58 persen dari total ruas sepanjang 156,328 kilometer. Sementara tingkat kemantapan jalan kabupaten masih berada di angka 46,67 persen.

Menurut Mirza, kondisi tersebut menjadi perhatian serius pemerintah agar konektivitas antarwilayah semakin meningkat dan mampu mendorong aktivitas ekonomi masyarakat.

"Kondisi ini harus terus kita tingkatkan agar konektivitas antarwilayah semakin baik dan mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," katanya.

Selain pembangunan infrastruktur, Gubernur Mirza juga menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan hilirisasi komoditas unggulan sebagai pilar pembangunan di Lampung Utara.

Kabupaten Lampung Utara memiliki potensi komoditas seperti ubi kayu, jagung, padi, kedelai, kopi, karet, dan pisang yang dinilai mampu menjadi penggerak ekonomi daerah.

Pemerintah Provinsi Lampung juga menghadirkan Program Desaku Maju untuk memperkuat ekonomi desa. Program ini meliputi bantuan pupuk organik cair, mesin dryer, serta pelatihan vokasi guna meningkatkan produktivitas dan nilai tambah hasil pertanian.

"Salah satu desa percontohan yakni Desa Wonomarto berhasil meningkatkan produksi pertanian hingga 30 persen setelah mendapatkan dukungan program tersebut," kata dia.

Gubernur Mirza berharap berbagai langkah pembangunan yang dilakukan dapat mempercepat penurunan angka kemiskinan di Lampung Utara yang saat ini masih berada di angka 15,78 persen.

"Berbagai capaian ini menjadi modal penting bagi kita untuk memasuki fase akselerasi pembangunan pada tahun 2027, sehingga pembangunan daerah dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutupnya. (*)