• Selasa, 24 Maret 2026

Tiga Rumah Ludes Terbakar di Belalau, Parosil Pastikan Penanganan dan Bantuan Korban

Selasa, 24 Maret 2026 - 13.38 WIB
44

Bupati Lampung Barat Parosil Mabsus tengah membantu membersihkan puing-puing rumah warga yang hancur kebakaran. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, meninjau langsung lokasi kebakaran di Pemangku Tiga Surabaya, Pekon Kenali, Kecamatan Belalau, Selasa (24/3/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan penanganan terhadap korban berjalan serta kebutuhan mendesak dapat segera dipenuhi.

Peristiwa kebakaran terjadi pada Senin (23/3/2026) sekitar pukul 12.00 WIB dan menghanguskan tiga unit rumah panggung milik warga setempat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materi ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

Tiga rumah yang terdampak masing-masing milik Sopian (65), Kriston Riyadi (50), dan Tamhudi (65). Dua rumah milik Sopian dan Kriston dilaporkan habis terbakar, sementara rumah Tamhudi mengalami kerusakan cukup parah.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, api pertama kali terlihat dari dapur rumah Sopian sebelum kemudian membesar dan merambat ke bangunan di sekitarnya. Material rumah yang didominasi kayu membuat api cepat menyebar.

Saat kejadian, seluruh rumah dalam kondisi kosong karena pemiliknya sedang berada di luar daerah. Kondisi tersebut menyebabkan tidak adanya upaya penyelamatan terhadap barang-barang di dalam rumah.

Proses pemadaman berlangsung sekitar dua jam dengan melibatkan empat unit mobil pemadam kebakaran milik Pemerintah Kabupaten Lampung Barat. Petugas BPBD, Satpol PP, TNI-Polri, serta warga turut membantu upaya pemadaman.

Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.00 WIB. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kerugian yang dialami korban cukup besar, dengan taksiran mencapai Rp450 juta untuk masing-masing rumah milik Sopian dan Kriston, serta sekitar Rp125 juta untuk rumah Tamhudi.

Dalam peninjauan tersebut, Parosil memastikan kondisi korban serta langkah penanganan yang telah dilakukan oleh perangkat daerah dan aparat setempat. Ia juga berdialog dengan warga untuk mengetahui kebutuhan yang diperlukan pascakejadian.

Pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan awal kepada para korban sebagai bentuk penanganan darurat. Bantuan lanjutan, termasuk dukungan dari dinas sosial, masih dalam proses koordinasi.

“Kami turut berbelasungkawa dan berduka cita. Semoga keluarga yang terkena musibah diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Parosil di lokasi.

Ia menyatakan pemerintah daerah akan terus memantau perkembangan kondisi para korban, termasuk memastikan proses pemulihan berjalan sesuai kebutuhan.

Selain itu, Parosil juga mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama sebelum meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

Menurutnya, langkah pencegahan seperti memastikan instalasi listrik aman serta peralatan dapur dalam kondisi tidak aktif perlu menjadi perhatian guna menghindari kejadian serupa.

Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga akan melakukan evaluasi terhadap penanganan kebakaran, termasuk kesiapsiagaan di tingkat pekon.

Dengan langkah tersebut, diharapkan penanganan bencana kebakaran tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada upaya pemulihan dan pencegahan di masa mendatang. (*)