Antisipasi Lonjakan Arus Balik, Dishub Lampung Siapkan Pelabuhan Panjang Jadi Alternatif
Senin, 23 Maret 2026 - 14.09 WIB
15
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung Bambang Sumbogo saat dimintai keterangan, Senin (23/3/2026. Foto: Ria/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pemerintah Provinsi Lampung melalui Dinas Perhubungan menyiapkan berbagai strategi guna menghadapi lonjakan arus balik Lebaran 1447 Hijriah.
Salah satu langkah antisipasi yang disiapkan adalah menjadikan Pelabuhan Panjang sebagai pelabuhan alternatif jika terjadi kepadatan ekstrem di Bakauheni.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo, mengatakan pihaknya telah mengantisipasi berbagai kemungkinan berdasarkan pengalaman saat puncak arus mudik yang terjadi lebih awal dari perkiraan, yakni pada H-3 atau 18 Maret 2026.
"Puncak arus mudik kemarin cukup tinggi dan di luar prediksi, didominasi pekerja swasta. Namun dapat terdistribusi dengan baik, termasuk di penyeberangan," ujarnya saat dimintai keterangan, Senin (23/3/2026).
Menurut Bambang, lonjakan juga terjadi pada penumpang pejalan kaki di Pelabuhan Bakauheni. Meski sempat menjadi perhatian, kondisi tersebut berhasil diatasi dengan mengoperasikan armada cadangan, termasuk bus tambahan untuk mengangkut penumpang.
"Alhamdulillah kita bisa mendistribusikan, penyeberangan juga bagus dan semuanya bisa teratasi. Jadi Alhamdulillah bus-bus kita yang tadi juga dipakai cadangan ini kemarin kita mainkan," tuturnya.
Memasuki arus balik, Dishub Lampung mulai memfokuskan pengawasan di sejumlah titik rawan kemacetan, terutama kawasan wisata dan jalur utama.
Beberapa titik yang sempat mengalami kepadatan di antaranya Tugu Coklat, Tugu Pengantin, akses menuju bandara, serta wilayah Tegineneng.
"Sekarang kami mulai konsentrasi ke daerah wisata dan titik-titik rawan. Petugas sudah kami turunkan dan berkolaborasi dengan kepolisian" jelasnya.
Di Pelabuhan Bakauheni, sejumlah skema juga telah disiapkan untuk memperlancar arus balik. Di antaranya penerapan tarif tunggal (single tarif) pada seluruh dermaga reguler serta konsep Tiba-Bongkar-Berangkat (TBB) untuk mempercepat perputaran kapal.
Sementara di jalur darat, aparat kepolisian akan memberlakukan delaying system atau sistem penundaan kendaraan dengan skema bertahap, mulai dari kondisi hijau (normal), kuning (penahanan di buffer zone), hingga merah (penahanan diperluas ke sejumlah titik strategis).
"Buffer akan kita maksimalkan sesuai kondisi di pelabuhan, sehingga arus kendaraan tetap terkendali," tambah Bambang.
Sebagai langkah antisipasi tambahan, Pelabuhan Panjang disiapkan sebagai opsi cadangan jika terjadi kondisi darurat atau lonjakan penumpang dan kendaraan yang tidak tertampung di Bakauheni.
"Kalau sampai terjadi kontijensi emergency, Pelabuhan Panjang juga sudah kita siapkan, mudah-mudahan kita lancar," kata dia.
Tak hanya itu, pemerintah juga mempercepat perbaikan Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) di jalur mudik dan balik. Hingga sebelum Lebaran, sebanyak 100 titik lampu telah diperbaiki untuk meningkatkan keamanan pengguna jalan.
Ke depan, pada tahun 2026 juga akan dilakukan penambahan penerangan jalan di sejumlah ruas, khususnya menuju Bakauheni dan akses bandara.
Dishub Lampung memprediksi puncak arus balik akan terjadi pada 24 Maret 2026, dengan kemungkinan puncak kedua pada akhir masa libur Lebaran, terutama hari Minggu.
"Untuk puncak arus balik diperkirakan nanti sekitar tanggal 24. Besok ya, hari ini sudah mulai, besok mungkin puncaknya," Tutupnya. (*)
Editor : Sigit Pamungkas
Berita Lainnya
-
Hingga H+1 Lebaran, 39 Kecelakaan Terjadi di Lampung 11 Orang Meninggal Dunia
Senin, 23 Maret 2026 -
Program Balik Kerja BPKH 2026, 675 Perantau Lampung Diberangkatkan Gratis
Senin, 23 Maret 2026 -
Edit Beberapa Foto Sekaligus dengan Cepat Menggunakan Pengedit Foto Latar Belakang
Senin, 23 Maret 2026 -
39.678 Penumpang Gunakan Kereta Api di Divre IV Tanjungkarang saat Mudik Lebaran 2026
Sabtu, 21 Maret 2026








