Aksi Heroik Penyelamatan Wisatawan Tenggelam di Pantai Mandiri Pesisir Barat
Aksi Heroik Penyelamatan Wisatawan Tenggelam di Pantai Mandiri Pesisir Barat. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Suasana santai di destinasi wisata Pantai Mandiri, Kecamatan Krui Selatan, Kabupaten Pesisir Barat, mendadak berubah menjadi mencekam pada Sabtu (21/3/2026) sore.
Kepanikan terjadi setelah seorang wisatawan terseret arus kuat saat berenang di area rawan, memicu aksi penyelamatan dramatis di tengah derasnya ombak
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.50 WIB, ketika korban yang diketahui berasal dari Kecamatan Balik Bukit, Lampung Barat, tengah menikmati libur Lebaran bersama rombongannya. Aktivitas yang awalnya berlangsung santai berubah menjadi situasi darurat dalam hitungan detik.
Korban bersama rekannya sempat berenang agak ke tengah laut, meski sebelumnya telah mendapat peringatan dari petugas untuk tidak melakukannya. Imbauan tersebut disampaikan oleh tim BPBD Pesisir Barat yang berjaga di lokasi wisata.
Namun, peringatan itu tidak sepenuhnya diindahkan. Kedua wisatawan tersebut tetap mencoba berenang lebih jauh dari bibir pantai, tanpa menyadari potensi bahaya arus bawah laut yang kerap terjadi di kawasan tersebut.
Gelombang besar yang datang tiba-tiba menjadi awal insiden. Arus bawah laut dengan cepat menyeret salah satu dari mereka menjauh dari bibir pantai, membuat situasi semakin sulit dikendalikan.
Melihat rekannya dalam kondisi terancam, korban berusaha memberikan pertolongan.
Ia mencoba mendekati rekannya yang terseret arus, namun justru ikut terbawa arus kuat yang mengarah ke tengah laut.
Upaya penyelamatan yang dilakukan secara spontan tersebut justru memperparah keadaan. Korban yang awalnya berniat membantu, akhirnya berada dalam kondisi lebih berbahaya akibat kuatnya arus dan gelombang yang terus datang.
Teriakan minta tolong dari korban langsung memecah suasana di sekitar pantai. Suara tersebut terdengar jelas hingga ke pos penjagaan, memicu respons cepat dari petugas yang berjaga di lokasi.
Salah satu petugas dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disporaparekraf) Pesisir Barat, Akbar M Firqal, menjadi orang pertama yang merespons situasi darurat tersebut.
Ia segera berlari menuju titik lokasi korban setelah mendengar teriakan minta tolong.
Tanpa ragu, Firqal langsung melepas sepatu dan berlari ke arah ombak. Dengan inisiatif tinggi, ia menerobos air laut untuk menjangkau korban yang saat itu sudah dalam kondisi terseret arus cukup jauh.
"Saya langsung inisiatif membantu setelah mendengar ada yang berteriak minta tolong karena ada orang hanyut,” kata Firqal.
“Saya berlari sambil melepas sepatu dan langsung menuju korban di tengah ombak.” sambungnya.
Dalam proses evakuasi, Firqal tidak bekerja sendiri. Ia mendapat bantuan dari tim BPBD Pesisir Barat serta seorang warga setempat yang kebetulan berada di lokasi kejadian.
"Alhamdulillah korban berhasil dievakuasi. Saat itu saya dibantu oleh BPBD dan warga yang ada di lokasi,” ujarnya.
Kolaborasi cepat antara petugas dan warga menjadi kunci keberhasilan penyelamatan. Dengan menggunakan peralatan ring buoy, korban akhirnya berhasil dijangkau dan ditarik kembali ke bibir pantai dalam kondisi selamat.
Data BPBD Pesisir Barat mencatat, kejadian tersebut memang terjadi di area bibir Pantai Mandiri yang dikenal memiliki arus bawah laut cukup kuat, terutama saat gelombang tinggi.
Korban yang berasal dari Liwa, Lampung Barat, berhasil diselamatkan oleh tim gabungan tanpa mengalami korban jiwa.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan pantai.
Insiden tersebut sekaligus menegaskan pentingnya mematuhi imbauan petugas di lokasi wisata.
Kesiapsiagaan petugas dan respons cepat di lapangan terbukti mampu mencegah tragedi yang lebih besar terjadi di tengah ramainya kunjungan wisatawan saat libur Lebaran. (*)
Berita Lainnya
-
Tujuh Pejabat Baru Isi Jabatan Strategis di Pemkab Pesisir Barat
Rabu, 11 Maret 2026 -
Nekat Mandi di Perairan Pantai Way Nipah Pesibar, Bocah 14 Tahun Asal Tangerang Hilang Terseret Ombak
Senin, 01 April 2024 -
DPO 5 Bulan, Pelaku Penganiayaan Hingga Tewas di Pesibar Ditangkap Polisi
Sabtu, 30 Maret 2024 -
Delapan Hari Operasi Cempaka Krakatau, Polres Pesibar Amankan Enam Pelaku Tindak Kriminal
Kamis, 28 Maret 2024








