OJK Lampung Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EPIKS di Lamtim dan Metro
OJK Lampung Perkuat Literasi dan Inklusi Keuangan Syariah Lewat EPIKS di Lamtim dan Metro. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Lampung terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan syariah melalui program Ekosistem Pusat Inklusi Keuangan Syariah (EPIKS) yang digelar di Kabupaten Lampung Timur dan Kota Metro.
Program ini melibatkan OJK Lampung bersama pemerintah daerah, Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), lembaga jasa keuangan syariah, serta pondok pesantren sebagai pusat pengembangan edukasi keuangan berbasis syariah.
Kepala OJK Provinsi Lampung Otto Fitriandy, menyampaikan bahwa EPIKS merupakan upaya strategis untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan syariah sekaligus memperluas akses pembiayaan yang inklusif dan berkelanjutan.
“EPIKS ini tidak hanya soal literasi, tetapi juga bagaimana masyarakat, khususnya santri dan pelaku UMKM pesantren, bisa mengakses layanan keuangan syariah secara langsung,” ujarnya.
Program EPIKS di Lampung Timur dilaksanakan di lingkungan pesantren dengan pendekatan edukasi dan pemberdayaan ekonomi berbasis komunitas. Salah satu inovasi yang diterapkan adalah integrasi program bank sampah sebagai sarana literasi keuangan syariah bagi santri.
Melalui program tersebut, santri diajak mengelola sampah menjadi nilai ekonomi yang dapat ditabung melalui layanan keuangan syariah, sehingga mendorong kebiasaan menabung dan kemandirian ekonomi sejak dini.
Sementara di Kota Metro, kegiatan EPIKS juga difokuskan pada penguatan peran pesantren sebagai pusat ekonomi umat, termasuk pengembangan usaha mikro berbasis syariah dan peningkatan pemahaman pengelolaan keuangan yang sehat.
OJK Lampung menegaskan bahwa program ini akan terus diperluas ke berbagai daerah lain di Provinsi Lampung sebagai bagian dari upaya mempercepat inklusi keuangan nasional, khususnya pada sektor ekonomi syariah.
Pemerintah daerah di Lampung Timur dan Kota Metro menyambut baik pelaksanaan program tersebut karena dinilai mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan literasi keuangan masyarakat, khususnya di lingkungan pesantren dan pelaku usaha kecil.
Dengan adanya EPIKS, diharapkan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga berkembang sebagai pusat pertumbuhan ekonomi syariah yang mandiri dan berdaya saing. (*)
Berita Lainnya
-
Nelayan di Perairan Lampung Timur Meninggal Terjatuh dari Kapal
Senin, 06 April 2026 -
Kabur ke Perkebunan, Pelaku Curanmor di Labuhanratu Akhirnya Dibekuk Polisi
Senin, 06 April 2026 -
Kades Labuhanratu IV Lampung Timur Ditemukan Tewas di Kamar Hotel
Jumat, 03 April 2026 -
Presiden Direncanakan Resmikan Kampung Nelayan Koperasi Merah Putih di Lampung Timur
Selasa, 31 Maret 2026








