• Rabu, 25 Februari 2026

‎Usai Proyek Bermasalah, Jalan Pampangan–Srengit Lambar Kembali Tergenang Banjir

Rabu, 25 Februari 2026 - 19.07 WIB
32

‎Usai Proyek Bermasalah, Jalan Pampangan–Srengit Lambar Kembali Tergenang Banjir. Foto: Ist.

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Ruas Jalan Pampangan–Srengit, Lampung Barat (Lambar) kembali tergenang banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Kondisi ini terjadi meski jalan tersebut baru saja selesai dibangun dan sebelumnya sempat dikeluhkan warga karena mulai mengalami kerusakan di sejumlah titik

Berdasarkan video yang diterima Kupas Tuntas, terlihat air menggenangi badan jalan hingga menutup hampir seluruh permukaan jalan.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (24/2/2026) setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan itu sejak sore hari.

‎Dalam video tersebut, genangan air tampak cukup tinggi dan membuat ruas jalan sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Kondisi itu juga menyebabkan permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

‎Ruas jalan yang tergenang air itu diketahui merupakan jalan yang sebelumnya sempat disidak oleh anggota Komisi II DPRD Lampung Barat.

Sidak dilakukan menyusul keluhan warga terkait kualitas pembangunan jalan yang dinilai bermasalah.

‎Warga menilai pembangunan jalan yang dilakukan pemerintah di lokasi itu terkesan percuma apabila permasalahan yang sama terus berulang setiap kali hujan turun.

Menurut mereka, perbaikan yang telah dilakukan tidak menyentuh akar persoalan, sehingga genangan air tetap terjadi dan kerusakan jalan kembali muncul.

‎Terlebih, warga menyoroti fakta bahwa proyek pembangunan ruas Jalan Pampangan–Srengit tersebut sejak awal sudah menuai keluhan.

Kerusakan pada permukaan beton diketahui muncul tidak lama setelah jalan selesai dibangun, sehingga menimbulkan dugaan lemahnya kualitas pekerjaan proyek.

“Kalau hujan sedikit saja sudah tergenang, padahal jalan ini baru selesai dibangun. Jadi kami merasa pembangunan ini seperti sia-sia,” kata salah seorang warga setempat kepada saat diminta keterangan, Rabu (25/2/2026).

‎Warga menilai pemerintah terkesan menganggap persoalan banjir yang kerap terjadi sebagai masalah biasa. Padahal, genangan air yang terus berulang saat hujan deras dinilai sebagai persoalan serius yang berdampak langsung terhadap keselamatan, mobilitas, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

‎Menurut warga, banjir di ruas jalan tersebut bukan hanya merusak infrastruktur, tetapi juga mempercepat kerusakan beton jalan yang sudah ada.

Kondisi itu semakin memperburuk kualitas jalan dan membuat perbaikan yang telah dilakukan menjadi tidak efektif.

‎Masyarakat berharap pemerintah daerah tidak lagi menormalisasi kondisi banjir sebagai kejadian rutin. Mereka meminta evaluasi menyeluruh terhadap perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan proyek jalan Pampangan–Srengit agar kejadian serupa tidak terus berulang di masa mendatang.

‎Sebelumnya diberitakan, anggaran perbaikan ruas Jalan Pampangan–Srengit mencapai Rp89 juta yang bersumber dari APBD murni. Namun, perbaikan tersebut hanya dilakukan pada satu titik dan terbatas pada satu sisi jalan, yakni sebelah kanan, dengan panjang sekitar 66 meter.

‎Padahal, salah satu titik yang menjadi sorotan warga berada di ruas jalan sepanjang kurang lebih 200 meter.

Jalan rigid beton yang diresmikan pada September 2025 itu kini mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan meski usia bangunannya belum genap satu tahun.

Warga mengeluhkan permukaan beton jalan yang mulai pecah di beberapa bagian. Selain itu, genangan air kerap muncul di sejumlah titik, terutama saat hujan turun dengan intensitas tinggi seperti yang terjadi pada Selasa lalu.

‎“Jalan ini baru diresmikan, tapi sekarang sudah rusak. Beton pecah dan air menggenang. Kami heran dengan kualitas pekerjaannya,” ujar salah seorang warga setempat kepada kupastuntas.co beberapa waktu lalu. (*)