• Rabu, 25 Februari 2026

‎Safari Ramadan, Jalan Rusak di Lampung Barat Jadi Topik Utama Dialog Bupati dengan Masyarakat

Rabu, 25 Februari 2026 - 20.14 WIB
34

‎Kegiatan Safari Ramadan di Masjid Riyadhol Jannah, Kecamatan Pagar Dewa, Rabu (25/02/2026). Foto: Echa/kupastuntas.co

‎Kupastuntas.co, Lampung Barat - Safari Ramadan Pemerintah Lampung Barat di Kecamatan Pagar Dewa tak sekadar menjadi ajang silaturahmi. Di balik suasana religius, warga memanfaatkan momen itu untuk menyuarakan persoalan lama yang hingga kini belum tuntas, yakni kondisi jalan rusak yang menghambat aktivitas warga.

‎Kegiatan Safari Ramadan tersebut dipusatkan di Masjid Riyadhol Jannah, Kecamatan Pagar Dewa, Rabu (25/02/2026). Bupati Lampung Barat, Parosil Mabsus, memimpin langsung agenda rutin tahunan tersebut.

‎Sejak awal kegiatan, antusiasme masyarakat terlihat tinggi. Namun, di balik rangkaian ibadah dan silaturahmi, warga memanfaatkan kesempatan itu untuk menyampaikan aspirasi terkait kondisi jalan yang hingga kini belum tertangani secara optimal.

‎Safari Ramadan tersebut turut dihadiri anggota DPRD Lampung Barat, unsur TNI-Polri, perwakilan Kejaksaan Negeri Lampung Barat, Ketua FKUB, Sekretaris Daerah, para asisten, kepala perangkat daerah, camat, peratin, serta tokoh masyarakat setempat.

‎Dalam rangkaian kegiatan, Pemerintah Kabupaten Lampung Barat juga menyalurkan bantuan pembangunan dan kelengkapan rumah ibadah tahun anggaran 2026.

‎Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan terhadap kegiatan keagamaan di wilayah setempat.

‎Bantuan yang diserahkan meliputi dana sebesar Rp10 juta untuk Masjid Taqwa Pekon Pagar Dewa, Rp10 juta untuk Masjid Al-Falah Pekon Sido Mulyo, serta Rp5 juta untuk Masjid Riyadhol Jannah Pekon Mekar Sari.

Selain itu, santunan juga diberikan kepada anak yatim/piatu dan lansia.

‎Safari Ramadan semakin lengkap dengan adanya pelayanan cek kesehatan gratis Penyakit Tidak Menular (PTM) dari Puskesmas Kecamatan Pagar Dewa. Layanan ini dimanfaatkan masyarakat untuk memeriksakan kondisi kesehatannya.

‎Meski demikian, perhatian utama warga tetap tertuju pada persoalan infrastruktur. Jalan rusak di sejumlah titik dinilai menjadi masalah lama yang terus berulang dan membutuhkan penanganan serius dari pemerintah daerah.

‎Mewakili tokoh masyarakat, H. Syifaur Rosyid menyampaikan dukungan terhadap berbagai program pembangunan yang dijalankan pemerintah daerah. Namun, ia menegaskan bahwa persoalan jalan rusak masih menjadi keluhan utama warga.

‎Ia menyebutkan ruas Pekon Pahayu Jaya–Pekon Sido Dadi serta jalur Pekon Pampangan–Basungan mengalami kerusakan cukup parah.
‎Kondisi tersebut dinilai mengganggu mobilitas masyarakat, terutama saat musim hujan.

‎“Mudah-mudahan ke depan jalur tersebut dapat terealisasikan pembangunannya dan jalannya bisa kembali normal,” kata dia saat menyampaikan harapan.

‎Keluhan serupa juga disampaikan warga Pagar Dewa lainnya, yang menilai kondisi infrastruktur jalan berdampak langsung pada kehidupan sehari-hari masyarakat.

‎Ia mengatakan kerusakan jalan membuat biaya transportasi semakin tinggi.
‎“Kami berharap pemerintah tidak hanya melihat, tapi benar-benar memperbaiki,” terangnya.

‎Menurutnya, masyarakat sudah lama bersabar menunggu perbaikan jalan. Namun, kondisi yang tak kunjung membaik membuat warga berharap ada kepastian waktu pengerjaan.

‎Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Bupati Parosil menyampaikan bahwa Safari Ramadhan menjadi momentum penting untuk mendengar langsung keluhan masyarakat.

‎Ia menegaskan kehadiran pemerintah bukan sekadar menjalankan agenda rutin.

‎Parosil menyebutkan setiap masukan dari masyarakat telah dicatat sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah. Termasuk persoalan infrastruktur jalan yang menjadi keluhan hampir di setiap wilayah.

‎Terkait kerusakan jalan, ia menegaskan pemerintah daerah memiliki komitmen untuk membangun secara merata di seluruh wilayah Lampung Barat. Namun, pelaksanaannya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

‎Ia mengakui keterbatasan anggaran menjadi kendala utama sehingga pembangunan infrastruktur tidak dapat dilakukan secara bersamaan. Pemerintah pun menerapkan skala prioritas dan pembangunan bertahap.

‎“Kalau ada jalan rusak, tentu sudah masuk dalam perencanaan. Namun karena keterbatasan dana, pengerjaannya dilakukan bertahap,” ujarnya.

‎Parosil juga meminta masyarakat untuk bersabar dan tetap mendukung program pemerintah daerah. Ia memastikan pemerintah tidak menutup mata terhadap persoalan infrastruktur yang dikeluhkan warga. (*)