• Selasa, 24 Februari 2026

Pamit ke Kebun, Pemuda di Ulubelu Tanggamus Ditemukan Tewas di Kawasan Register 30

Selasa, 24 Februari 2026 - 13.30 WIB
36

Warga saat mengevakuasi jasad Suroso yang hilang sejak Sabtu (21/2/2026) dan ditemukan di sepanjang aliran Way Ngarip. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Tanggamus - Senja belum sepenuhnya turun ketika belasan warga bersama aparat kepolisian memanggul satu tandu darurat dari dasar lembah Way Kepayang Pekon Karang Rejo, Kecamatan Ulubelu, Kabupaten Tanggamus. Empat jam lamanya mereka menembus hutan, meniti tebing curam, dan menyusuri aliran sungai berbatu demi mengevakuasi jasad seorang pemuda yang ditemukan tak bernyawa di kawasan Register 30, Pekon Karang Rejo, Kecamatan Ulubelu, Senin (23/2/2026).

Korban diketahui bernama Suroso (28), warga setempat. Ia ditemukan sekitar pukul 16.00 WIB, berjarak kurang lebih dua kilometer dari titik penyeberangan sungai yang diduga menjadi lokasi awal kejadian.

Kapolsek Pulau Panggung AKP Jumbadio, mewakili Kapolres Tanggamus AKBP Rahmad Sujatmiko, mengatakan, lokasi penemuan berada di kawasan hutan dengan kontur ekstrem. Akses menuju titik evakuasi hanya berupa jalur setapak, tanpa bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

“Petugas dan warga harus berjalan kaki menembus hutan dan jurang selama kurang lebih empat jam. Medannya naik-turun, licin, dan cukup berbahaya,” ujar Jumbadio, Selasa (24/2/2026).

Proses pengangkatan jenazah dilakukan secara manual dengan peralatan seadanya. Hujan yang sebelumnya mengguyur wilayah itu membuat bebatuan di sepanjang aliran Way Ngarip semakin licin.

Beberapa kali tim harus berhenti untuk memastikan pijakan aman sebelum melanjutkan perjalanan.

Peristiwa ini bermula pada Sabtu (21/2/2026) pagi sekitar pukul 09.00 WIB. Suroso pamit kepada keluarga untuk pergi ke kebunnya di Kepayang, Register 30, guna memperbaiki gubuk. Namun hingga keesokan harinya ia tak kunjung pulang.

Keluarga kemudian melakukan pencarian secara mandiri. Seorang saksi bernama Nadi (50), mengaku sempat mendengar suara sepeda motor meraung di tengah Way Kepayang saat hujan deras pada Sabtu sore. Tak lama kemudian suara tersebut hilang.

Senin pagi, warga menemukan sepeda motor milik korban sekitar 500 meter dari jalur penyeberangan sungai.

Pencarian diperluas menyusuri aliran sungai hingga akhirnya seorang warga yang tengah memancing, Lihun (40), menemukan jasad korban di aliran Way Ngarip.


Setelah dievakuasi dengan susah payah, jenazah dibawa ke permukiman dan diserahkan kepada pihak keluarga. Dari hasil pemeriksaan awal, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

"Keluarga menerima peristiwa ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan tidak bersedia dilakukan autopsi,” kata Kapolsek.

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat kerasnya medan di kawasan Register 30 Ulubelu, terutama saat musim hujan. Sungai yang biasa menjadi jalur penyeberangan warga bisa berubah arus dalam hitungan menit, dan sekali tergelincir, hutan dan jurang menjadi saksi bisu perjuangan panjang untuk kembali. (*)