• Rabu, 25 Februari 2026

Lampaui Target! Investasi Lampung Selatan 2025 Tembus Rp 3,04 Triliun, Kalianda Dibidik Jadi Kawasan Pariwisata Premium

Selasa, 24 Februari 2026 - 16.19 WIB
70

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara saat bersalaman dengan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama. Foto: Ist.

Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Kinerja investasi Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 2025 mencatatkan hasil melampaui ekspektasi. Dari target Rp2,64 triliun, realisasi yang berhasil dihimpun mencapai Rp3,04 triliun atau 115 persen.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPPTSP) Kabupaten Lampung Selatan, Rio Gismara.

"Target investasi 2025 Rp2,64 triliun. Realisasi Rp3,04 triliun atau lebih dari 115 persen,” ujarnya, Selasa (24/2/2026).

Rio menyebut, keberhasilan itu tidak lepas dari arahan dan dukungan Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, yang mendorong percepatan promosi potensi daerah serta kemudahan layanan perizinan.

Pariwisata Jadi Ujung Tombak

Memasuki 2026, arah kebijakan investasi dipertegas. Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menetapkan sektor pariwisata sebagai fokus utama, khususnya pengembangan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota kabupaten.

Menurut Rio, Kalianda diproyeksikan menjadi kawasan pariwisata premium yang memiliki daya tarik kuat bagi investor nasional.

"Fokus 2026 tetap mengarah ke sektor pariwisata untuk mengembangkan Kota Kalianda dan sekitarnya sebagai wajah ibu kota, sekaligus mem-branding sebagai kawasan pariwisata premium,” jelasnya.

Namun demikian, promosi investasi tidak hanya terpusat di Kalianda. Wilayah lain tetap dipasarkan sesuai potensi masing-masing, seperti sektor industri pengolahan, hospitality, serta penguatan program agroeduwisata yang menjadi salah satu prioritas kepala daerah.

Saat ini, bupati bersama jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) tengah melakukan promosi aktif atau jemput bola untuk memperkenalkan dan menawarkan potensi Lampung Selatan kepada investor tingkat nasional.

Strategi ini dinilai penting untuk menjaga tren pertumbuhan investasi sekaligus memperluas basis sektor usaha yang masuk ke daerah. Rio menegaskan, dampak investasi tidak hanya berhenti pada angka realisasi.

Masuknya modal baru diyakini akan mendorong peningkatan pajak dan retribusi daerah, memperluas penyerapan tenaga kerja, serta menumbuhkan sektor usaha kecil dan menengah di sekitar proyek investasi.

"Kalau investasi banyak masuk, dampaknya juga banyak. Pajak dan retribusi meningkat, tenaga kerja terserap, dan sektor usaha lain ikut tumbuh,” pungkasnya.

Dengan capaian 115 persen pada 2025, tantangan 2026 bukan lagi sekadar memenuhi target, tetapi menjaga konsistensi pertumbuhan sekaligus memastikan investasi benar-benar memberi efek nyata bagi perekonomian. (*)