• Selasa, 24 Februari 2026

Jaga Harga Tetap Stabil, Disperindag Lampung Perketat Pengawasan Pangan Selama Ramadan

Selasa, 24 Februari 2026 - 11.36 WIB
27

Kepala Disperindag Provinsi Lampung M. Zimmi Skil saat dimintai keterangan, Selasa (24/2/2026). Foto: Ria/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi Lampung memperketat pengawasan harga dan ketersediaan bahan pokok selama bulan Ramadan hingga menjelang Idulfitri 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga serta keamanan pangan tetap terjaga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, mengatakan pihaknya bersama Satgas Pangan dan instansi terkait rutin melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional maupun ritel modern.

"Sidak dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil serta keamanan pangan terjaga, baik di pasar tradisional maupun retail modern," ujarnya saat dimintai keterangan, Selasa (24/2/2026).

Selain pengawasan harga, Disperindag juga menaruh perhatian besar terhadap kelancaran distribusi bahan pokok. Menurut Zimmi, peningkatan konsumsi selama Ramadan dan Idulfitri harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan yang memadai.

"Permintaan meningkat harus diimbangi dengan ketersediaan pasokan. Distribusi juga harus lancar tanpa hambatan," jelasnya.

Ia memastikan stok bahan pangan pokok di seluruh 15 kabupaten/kota di Provinsi Lampung dalam kondisi aman. Berdasarkan pemantauan pemerintah daerah, harga sejumlah komoditas utama masih relatif stabil dan berada di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).

Meski demikian, Disperindag mencatat adanya kenaikan harga pada komoditas cabai rawit merah yang saat ini masih berada di atas HET.

"Untuk cabai rawit merah memang masih di atas HET, berkisar Rp70 ribu hingga Rp75 ribu per kilogram. Ini disebabkan pasokan dari Pulau Jawa yang berkurang," kata Zimmi.

Guna mengatasi kondisi tersebut, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas teknis terkait, khususnya sektor hortikultura, untuk memperkuat pasokan sehingga harga dapat kembali terkendali.

Sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus membantu daya beli masyarakat, Disperindag Lampung juga menggelar program pasar murah di seluruh kabupaten/kota.

"Kami mengadakan pasar murah di 15 kabupaten/kota, bekerja sama dengan dinas yang membidangi perdagangan. Ini bukan hanya untuk pengendalian inflasi, tapi juga memastikan masyarakat, khususnya prasejahtera, dapat memenuhi kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," ujarnya.

Melalui rangkaian pengawasan, pengendalian distribusi, dan operasi pasar tersebut, pemerintah berharap stabilitas harga serta ketersediaan bahan pokok tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang hingga perayaan Idulfitri. (*)