Jeritan Petani Braja Emas Lampung: Padi Terendam, Panen di Ujung Tanduk
Tanaman padi di Desa Braja Emas, Way Jepara terancam gagal panen akibat curah hujan tinggi. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Ratusan hektare tanaman padi di Desa Braja Emas, Kecamatan Way Jepara, Kabupaten Lampung Timur, terancam gagal panen akibat terendam luapan air hujan.
Tingginya curah hujan dalam beberapa waktu terakhir membuat areal persawahan di desa tersebut tergenang dan sulit surut.
Desa Braja Emas merupakan wilayah dataran rendah di Kecamatan Way Jepara yang menjadi muara aliran air dari sejumlah desa sekitar.
Kondisi geografis itu membuat air hujan terkumpul dan meluap ke area persawahan saat intensitas hujan meningkat.
Salah satu petani setempat, Gunawan mengatakan, tanaman padi miliknya sudah berusia lebih dari dua bulan dan dalam waktu dekat memasuki masa panen. Namun, genangan air membuat para petani diliputi kekhawatiran.
“Umur padi sudah lebih dari dua bulan, seharusnya sebentar lagi panen. Tapi sekarang terendam air, kami khawatir gagal panen,” kata Gunawan, saat diwawancarai, Selasa (17/2/2026).
Menurutnya, ketinggian air di area persawahan bahkan mencapai sekitar 25 sentimeter dan meluber hingga menutup jalan usaha tani. Akibatnya, petani tidak bisa melintasi akses menuju sawah sebelum air benar-benar surut.
Gunawan menjelaskan, tidak adanya saluran irigasi pembuangan yang memadai membuat air hanya bisa diharapkan surut secara alami. Hingga kini, para petani belum memiliki solusi untuk mempercepat pengeringan lahan.
“Air ini tidak bisa dibuang karena memang tidak ada irigasi pembuangan. Kami hanya bisa berharap air cepat surut,” ujarnya.
Jika genangan bertahan dalam waktu lama, tanaman padi berpotensi membusuk dan kualitas gabah menurun. Kondisi tersebut tentu berdampak langsung pada penghasilan petani yang menggantungkan hidup dari hasil panen.
Para petani di Desa Braja Emas berharap ada perhatian dari pemerintah daerah untuk mencari solusi penanganan banjir di area persawahan, agar ancaman gagal panen tidak terus berulang setiap musim hujan tiba. (*)
Berita Lainnya
-
Viral Bertahun-tahun Rusak, Jalan 13 Km di Purbolinggo Lamtim Akhirnya Diperbaiki
Senin, 16 Februari 2026 -
Ditemukan Jejak Harimau di Perkebunan Nanas PT GGP di Lampung Timur
Sabtu, 14 Februari 2026 -
Sopir Mobil MBG Tewas Usai 'Adu Banteng' dengan Truk di Lampung Timur
Kamis, 12 Februari 2026 -
Di Antara Denting Tembaga dan Mimpi Anak Desa
Kamis, 12 Februari 2026









