• Senin, 16 Februari 2026

Viral Bertahun-tahun Rusak, Jalan 13 Km di Purbolinggo Lamtim Akhirnya Diperbaiki

Senin, 16 Februari 2026 - 11.56 WIB
43

Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah turun tangan kerahkan gotong royong jalan sepanjang 13 kilo di wilayah Kecamatan Purbolinggo. Foto: Agus/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Lampung Timur - Jalan kabupaten sepanjang 13 kilometer di wilayah Kecamatan Purbolinggo, Kabupaten Lampung Timur, yang rusak parah selama puluhan tahun akhirnya mendapat perhatian serius pemerintah daerah. Perbaikan dilakukan setelah kondisi jalan tersebut viral di berbagai platform media sosial dan menuai keluhan masyarakat.

Jalan itu menjadi akses alternatif menuju perkantoran kabupaten sekaligus penghubung antar kecamatan. Kerusakan yang cukup parah membuat pengendara sepeda motor maupun mobil kesulitan melintas.

Kondisi diperparah dengan banyaknya kendaraan bermuatan di atas 10 ton yang diduga menjadi salah satu penyebab kerusakan semakin cepat.

Apalagi menjelang momen Idul Fitri, masyarakat ramai-ramai menyuarakan keluhan melalui media sosial agar jalan tersebut segera diperbaiki. Mereka khawatir arus kendaraan akan meningkat, baik dari dalam maupun luar daerah untuk kepentingan silaturahmi.

Salah satu warga, Suprayitno, mengaku masyarakat sudah jenuh menunggu pembangunan jalan tersebut.

Menurutnya, kondisi jalan yang layak akan berdampak positif bagi perekonomian warga, terutama sektor distribusi dan ekspedisi.

"Kami sudah lama menunggu. Pernah dibangun, tapi baru tiga bulan sudah rusak lagi. Habis pemilihan kepala daerah dibangun, tidak lama rusak terus. Akhirnya masyarakat protes lewat media sosial,” ujarnya.

Setelah viral, Bupati Lampung Timur Ela Siti Nuryamah turun langsung ke lokasi, Senin (16/2/2026).

Tak hanya meninjau, ia juga ikut dalam kegiatan gotong royong menimbun jalan berlubang dengan batu serta mengerahkan alat berat berupa ekskavator.

"Kami sangat berterima kasih kalau pejabat daerah sudah mendengar keluhan kami melalui media sosial,” kata Suprayitno.

Ela mengatakan, dirinya justru berterima kasih atas kritik masyarakat yang disampaikan melalui media sosial karena memberikan informasi akurat terkait kondisi di lapangan. Ia mengakui kerusakan jalan juga dipengaruhi mobilisasi kendaraan bermuatan berat.

"Apapun bentuknya, pemerintah tetap bertanggung jawab. Saya sebagai bupati dan secara pribadi meminta maaf kepada masyarakat Kecamatan Purbolinggo atas ketidaknyamanan akibat kerusakan jalan ini,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah akan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder dan dunia usaha untuk pembangunan ke depan.

Selain itu, aturan terkait tonase kendaraan yang melintas di jalan kabupaten juga akan dibahas dalam rapat koordinasi lintas pihak.

"Kapasitas jalan kabupaten ini ada batas maksimalnya. Jika ada kendaraan melebihi tonase, tentu harus ada solusi dan penegasan aturan. Ini akan kami Rakor kan dengan semua pihak,” tegasnya.

Menurut Ela, selain gotong royong penanganan darurat menjelang Idul Fitri, pemerintah daerah juga telah menganggarkan dana sebesar Rp 40 miliar pada APBD 2026 untuk perbaikan jalan tersebut secara menyeluruh.

"Di masa kepemimpinan saya, saya serius untuk pembangunan. Setelah kami lihat langsung, memang kondisinya sangat parah. Wajar jika masyarakat marah,” pungkasnya. (*)