• Selasa, 03 Februari 2026

Efisiensi Anggaran Tak Halangi Layanan, Kemenag Bandar Lampung Fokus Perkuat Pembinaan Umat

Selasa, 03 Februari 2026 - 14.19 WIB
23

Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Erwinto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026). Foto: Sri/kupastuntas.co

Sri

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Bandar Lampung, Erwinto, menegaskan bahwa efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah tidak akan menghambat pelayanan dan pembinaan keagamaan di daerah.

Erwinto menjelaskan, saat ini terdapat sejumlah kewenangan yang sudah tidak lagi berada di bawah Kementerian Agama. Di antaranya urusan haji dan umrah yang kini menjadi kementerian tersendiri, serta sertifikasi halal yang telah beralih menjadi badan khusus dengan struktur hingga tingkat provinsi.

"Untuk halal, sekarang sudah ada badan sendiri. Di Lampung juga sudah ada kepala balai dan kasubbag-nya, jadi mereka berjalan mandiri. Kami tinggal fokus pada tugas utama Kemenag,” ujar Erwinto, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (3/2/2026). 

Ia menyebutkan, Kemenag Kota Bandar Lampung kini memusatkan perhatian pada beberapa bidang strategis, seperti bimbingan umat Islam, pendidikan Islam dan madrasah, penyelenggaraan syariah, serta pelayanan keagamaan lintas agama, termasuk Katolik dan agama lainnya.

Sebagai pejabat yang baru menjabat, Erwinto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program-program yang telah dirintis pimpinan sebelumnya. Program yang belum tuntas akan diselesaikan, bahkan dikembangkan dengan inovasi baru.

"Kegiatan pembinaan harus tetap berjalan. Ini melekat pada tugas ASN Kemenag. Dalam kondisi apa pun, kita harus siap melaksanakan tugas,” tegasnya.

Terkait pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk Siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) yang dijadwalkan berlangsung pada Februari 2026, Erwinto memastikan seluruh persiapan telah dilakukan dan kini seluruh proses berbasis sistem.

"Sekarang semua sudah melalui sistem, mulai dari aplikasi hingga teknis pelaksanaannya. Untuk sarana komputer, sekolah yang belum memiliki fasilitas akan menginduk ke sekolah negeri yang ditunjuk,” jelasnya.

Menurutnya, jumlah perangkat dan tenaga teknis akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Jika masih kurang, pengaturan jadwal akan dilakukan agar pelaksanaan TKA tetap berjalan optimal.

"Pada prinsipnya, kami sudah siap melaksanakan TKA. Tinggal pelaksanaan teknis di lapangan,” pungkasnya. (*)