Pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung Kunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo, Winarti Dorong Pelestarian dan Pengembangan Wisata Sejarah
Pengurus DPD PDI Perjuangan Lampung Kunjungi Taman Purbakala Pugung Raharjo. Foto: Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur – Pengurus Dewan Pimpinan
Daerah (DPD) PDI Perjuangan Provinsi Lampung melakukan kunjungan ke Taman
Purbakala Pugung Raharjo, Kabupaten Lampung Timur, Sabtu (31/1/2026). Kunjungan
ini merupakan bentuk dukungan sekaligus upaya mempromosikan salah satu objek
wisata sejarah dan budaya unggulan di Provinsi Lampung.
Rombongan dipimpin oleh Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, Winarti, didampingi jajaran pengurus DPD. Rombongan bertolak dari Bandar Lampung pada pukul 06.15 WIB dan tiba di Taman Purbakala Pugung Raharjo sekitar 07.30 WIB. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen PDI Perjuangan dalam mendorong pelestarian warisan budaya sekaligus pengembangan pariwisata berbasis sejarah.
Dalam kunjungan tersebut, Winarti didampingi jajaran Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Provinsi Lampung, yakni Yanuar Irawan, Ali Johan Arif, Apriliati, Donald Harris Sihotang, I Wayan Aryudi, Watoni Noerdin, Piego Wilyasa, Ni Ketut Dewi Nadi, Budhi Condrowati, Irfan Fadillah Mabsus, serta Grace Purwo Nugroho.
Turut hadir Sekretaris DPD PDI Perjuangan Lampung Palgunadi, Bendahara Kostiana. Kunjungan ini juga didampingi oleh pengurus DPC dan PAC PDI Perjuangan di wilayah setempat.
Selama berada di lokasi, rombongan meninjau berbagai taman budaya dan titik-titik penting di kawasan Taman Purbakala Pugung Raharjo. Kegiatan tersebut dipandu langsung oleh Widi Prasetio, Juru Pelihara Cagar Budaya dari Kementerian Kebudayaan, yang memberikan penjelasan mengenai sejarah, fungsi, serta nilai penting setiap peninggalan yang ada di kawasan tersebut.
Meskipun cuaca saat itu diguyur hujan gerimis, hal tersebut tidak menyurutkan semangat rombongan untuk mengunjungi dan menyusuri sejumlah peninggalan bersejarah di lokasi. Lingkungan kawasan yang asri, hijau, dan terawat justru menambah kekhusyukan serta kenyamanan dalam kegiatan kunjungan tersebut.
Selain meninjau sejumlah titik penting di kawasan situs, rombongan juga mengunjungi kolam megalitik, salah satu peninggalan purbakala yang menjadi daya tarik utama Taman Purbakala Pugung Raharjo. Kolam ini merupakan struktur batuan kuno yang diperkirakan berasal dari masa megalitik dan diyakini memiliki fungsi ritual atau simbolik pada zamannya, serta menjadi bagian dari sistem budaya masyarakat masa lampau.
Dalam kesempatan tersebut, Winarti menegaskan pentingnya peran seluruh struktur partai, termasuk anggota fraksi di daerah, untuk ikut mendorong kemajuan sektor pariwisata berbasis sejarah dan budaya, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sekitar situs.
“Taman Purbakala Pugung Raharjo adalah aset yang sangat bernilai, tidak hanya bagi Lampung Timur, tetapi juga bagi Provinsi Lampung secara keseluruhan. Saya menitipkan kepada seluruh anggota fraksi dan struktur partai di daerah agar ikut mendukung, menjaga, dan mengembangkan kawasan ini,” ujar Winarti.
Winarti juga berpesan agar seluruh pihak bersama-sama menjaga alam, menjaga kebersihan, serta mengelola sampah dengan baik, khususnya sampah plastik, demi keberlanjutan kawasan wisata sejarah tersebut.
Menurutnya, pengembangan objek wisata sejarah seperti Pugung Raharjo tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga mampu menggerakkan perekonomian masyarakat lokal serta menjadi sarana edukasi yang penting bagi generasi muda.
Taman Purbakala Pugung Raharjo merupakan salah satu situs kepurbakalaan terpenting di Lampung. Secara administratif, situs ini berada di Desa Pugung Raharjo, Kecamatan Sekampung Udik, Kabupaten Lampung Timur. Kawasan ini terletak di dataran berketinggian sekitar 80 meter di atas permukaan laut dan dikelilingi tanggul yang diyakini sebagai peninggalan sistem pertahanan pada masa lampau.
Situs ini memiliki nilai sejarah dan budaya yang tinggi karena menyimpan peninggalan dari berbagai periode, mulai dari zaman prasejarah (megalitik), klasik Hindu-Buddha, hingga zaman Islam. Keberagaman temuan tersebut menjadikan Pugung Raharjo sebagai laboratorium sejarah terbuka yang sangat penting bagi dunia pendidikan.
Berdasarkan catatan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Situs Pugung Raharjo pertama kali ditemukan pada tahun 1957 oleh warga transmigran saat membuka hutan. Temuan awal berupa arca yang kemudian dikenal sebagai Arca Bodhisatwa, yang menunjukkan adanya pengaruh Hindu-Buddha di wilayah tersebut.
Penelitian lanjutan dilakukan secara berkesinambungan oleh
berbagai lembaga dan pakar kepurbakalaan. Dari hasil penelitian tersebut
diketahui bahwa kompleks megalitik Pugung Raharjo memiliki luas sekitar 25
hektare dan telah mengalami proses pemugaran sejak akhir 1970-an hingga awal
1980-an oleh pemerintah pusat.
Selain sebagai destinasi wisata, Taman Purbakala Pugung Raharjo juga memiliki makna strategis sebagai sumber pembelajaran sejarah. Berdasarkan kajian akademik, situs ini dapat dimanfaatkan sebagai media pembelajaran tentang sejarah awal masyarakat Sumatera, khususnya Lampung, dengan bukti-bukti autentik yang bersifat primer.
Berbagai peninggalan yang ditemukan di kawasan ini antara lain punden berundak, batu berlubang, lumpang batu, kapak batu, kompleks batu mayat, kolam megalitik, arca Bodhisatwa, prasasti klasik, hingga prasasti dan nisan dari masa Islam. Keberagaman artefak tersebut menunjukkan adanya kesinambungan peradaban yang panjang di wilayah Lampung.
Melalui kunjungan ini, Ketua DPD PDI Perjuangan Lampung Winarti berharap Taman Purbakala Pugung Raharjo semakin dikenal luas, terawat dengan baik, serta mampu memberikan manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi pendidikan, pelestarian budaya, maupun peningkatan perekonomian daerah. (*)
Berita Lainnya
-
Winarti Serahkan Bibit Alpukat untuk 24 Kecamatan di Lampung Timur, Wujud Pesan PDI Perjuangan Merawat Bumi
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Winarti Buka Musancab PDI Perjuangan Se-Lampung Timur, Tekankan Soliditas Kader dan Penguatan Ranting
Sabtu, 31 Januari 2026 -
Bupati Ela Targetkan Lamtim Jadi Penghasil Kakao Terbaik di Lampung
Selasa, 27 Januari 2026 -
Prajurit Marinir Asal Lampung Timur Gugur Tertimbun Longsor, Pemakaman Berlangsung Haru
Selasa, 27 Januari 2026









