Sarasehan Lurah BPI-PDDI Sedunia 2026 di UGM Bertekad Wujudkan Indonesia Emas 2045
Sarasehan Lurah BPI–PDDI Sedunia 2026 di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Minggu, 25 Januari 2026. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Yogyakarta — Forum Lurah Beasiswa Pendidikan Indonesia dan Beasiswa Program Doktor untuk Dosen Indonesia (BPI–PDDI) Sedunia menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya Indonesia Emas 2045 melalui penyelenggaraan Sarasehan Lurah BPI–PDDI Sedunia 2026.
Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Kualitas dan Dampak Beasiswa Pendidikan Indonesia Menuju Indonesia Emas 2045” dan digelar, di Auditorium Gedung B Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, Minggu, 25 Januari 2026.
Sarasehan ini diselenggarakan sebagai upaya memperkuat peran strategis lurah BPI–PDDI dalam mengawal mutu, keberlanjutan, serta tata kelola program beasiswa. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan sinergi dan komunikasi antara para awardee, Forum Lurah BPI–PDDI, serta para pemangku kebijakan pendidikan tinggi.
Ketua Panitia Pelaksana, Darwance, S.H., M.H., dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan ini dihadiri oleh lurah dan pengurus Kelurahan BPI–PDDI serta awardee yang tersebar di berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.
“Lurah dan pengurus yang hadir berasal dari Melbourne, Australia, serta sejumlah perguruan tinggi ternama di Indonesia, seperti IPB University, Institut Seni Indonesia Yogyakarta, Institut Teknologi Bandung, Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Universitas Airlangga, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Hasanuddin, Universitas Indonesia, Universitas Negeri Makassar, Universitas Negeri Malang, Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Yogyakarta, Universitas Padjadjaran, Universitas Sebelas Maret, Universitas Udayana, dan tentu saja Universitas Gadjah Mada sebagai tuan rumah,” ujarnya.
Lurah BPI UGM 4.0, Abunawas, S.H., M.H., dalam sambutannya menegaskan bahwa seluruh lurah BPI–PDDI memiliki komitmen bersama untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para awardee. Menurutnya, sarasehan ini dihadiri sekitar 100 peserta dan menjadi ruang strategis untuk memperkuat koordinasi serta mencari solusi bersama.
“Ini merupakan bentuk komitmen bahwa Kelurahan BPI–PDDI memiliki semangat yang sama dalam memberikan pelayanan terbaik kepada awardee, melalui diskusi dan perumusan solusi yang konkret dan berkelanjutan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Presidium Forum Lurah BPI–PDDI, Ir. Septa Riadi, S.TP., M.M., M.Si., menyampaikan apresiasi kepada Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi (PPAPT) Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, serta Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).
“Dukungan administratif dan finansial yang diberikan melalui pengelolaan dana abadi pendidikan dan APBN bidang pendidikan merupakan bahan bakar utama bagi para penerima beasiswa untuk terus berkarya dan menghasilkan riset yang berdampak bagi kemajuan bangsa,” tuturnya.
Ia juga menegaskan bahwa PPAPT selama ini telah membuka ruang dialog yang konstruktif dengan Forum Lurah BPI–PDDI. “Berkumpulnya kami hari ini salah satunya untuk menyampaikan berbagai masukan strategis agar program beasiswa ini terus menjadi lebih baik di masa mendatang,” tambahnya.
Sarasehan ini turut dihadiri Direktur Kemahasiswaan UGM, Dr. Hempri Suyatna, S.Sos., M.Si., didampingi Kepala Subdirektorat Organisasi, Fasilitas, dan Kesejahteraan Mahasiswa, Desi Yulianti, S.E., M.Acc. Pihak UGM menyambut positif kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya mendorong perbaikan tata kelola layanan dan perluasan akses pendidikan tinggi di Indonesia.
“Dalam konteks pendidikan tinggi, UGM memiliki prinsip bahwa tidak boleh ada mahasiswa yang tidak lulus hanya karena persoalan biaya. Oleh sebab itu, kami mengucapkan terima kasih kepada kementerian melalui PPAPT serta LPDP yang telah memberikan berbagai skema bantuan beasiswa,” ujar Hempri.
Acara secara resmi dibuka oleh Kepala PPAPT Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Indra Ni Tua. Dalam sambutannya, ia menilai sarasehan ini sebagai wadah komunikasi yang sangat baik antar penerima beasiswa dan pemangku kepentingan.
“Dengan jumlah penerima beasiswa yang sangat besar, penting bagi para awardee untuk saling terkoneksi dan membangun jejaring. Pemerintah akan terus berkomitmen menyalurkan beasiswa serta membangun ekosistem riset demi peningkatan kualitas ilmu pengetahuan di Indonesia,” tegasnya.
Sarasehan diisi dengan sesi pemaparan materi dan diskusi yang menghadirkan Septien Prima Diassari, S.Kom., M.Si., Kepala Bidang Fasilitasi Layanan PPAPT, serta Gendro Hartono, S.E., M.M., Kepala Divisi Pelayanan Beasiswa LPDP. Diskusi dipandu oleh Honey Wahyuni Sugiharto Elgeka, S.Psi., M.Ed., awardee BPI Universitas Gadjah Mada.
Selain itu, panitia juga menyerahkan hadiah secara simbolis kepada para juara Turnamen Minisoccer dan Turnamen Badminton BPI–PDDI se-Indonesia. Kegiatan ditutup dengan forum diskusi lurah BPI–PDDI yang menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis untuk perbaikan layanan beasiswa, serta pemilihan Ketua Forum Lurah BPI–PDDI definitif.
Dalam pemilihan tersebut, Akhlis Munazilin, S.Kom., M.T., Lurah BPI–PDDI Universitas Diponegoro 5.0, terpilih sebagai Ketua Forum Lurah BPI–PDDI Sedunia. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Lampung Dukung Digitalisasi TNI, Garinca Reza Hadiri Peluncuran Aplikasi Centurion-21
Kamis, 29 Januari 2026 -
Ketua Komisi V DPRD Lampung Yanuar Irawan Dorong Kolaborasi Pendidikan dalam Gelar Wicara Guru Besar FKIP Unila
Kamis, 29 Januari 2026 -
Ketua DPRD Lampung Beri Apresiasi pada Purna Bhakti Ketua PTA Bandar Lampung
Kamis, 29 Januari 2026 -
Dirbinmas Polda Lampung Silaturahmi dengan Ormas Kesukuan, Tegaskan Komitmen Jaga Kekompakan dan Toleransi
Kamis, 29 Januari 2026









