Lampung Barat Terima Rp241,7 Juta BOP Kesetaraan, Disdikbud Pastikan Dana Masuk Rekening PKBM
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati Sulastri. Foto: Ist
Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendapat
alokasi anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan tahun anggaran
2026 yang diperuntukan bagi satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan
program pendidikan kesetaraan di wilayah setempat.
Pada tahun 2026, Lampung Barat menerima BOP Kesetaraan senilai
Rp241.780.000 yang disalurkan kepada 281 peserta didik. Bantuan tersebut
tersebar di delapan satuan pendidikan, terdiri dari Pusat Kegiatan Belajar
Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati
Sulastri, mengatakan penyaluran BOP Kesetaraan tahun 2026 telah terealisasi dan
dana sudah masuk ke rekening masing-masing satuan pendidikan.
“BOP Kesetaraan tahun 2026 sudah disalurkan 100 persen. Saat ini dana
berada di rekening satuan pendidikan dan proses pencairannya dilakukan atas
rekomendasi Disdikbud Lampung Barat,” ujar Tati, Selasa (27/1/2026).
BOP Kesetaraan merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian
Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan membiayai
operasional pendidikan nonformal, meliputi Paket A setara SD, Paket B setara
SMP, dan Paket C setara SMA.
Tati menjelaskan, program ini menjadi instrumen penting dalam menjamin
akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal, baik
karena putus sekolah, keterbatasan ekonomi, maupun faktor geografis.
Pada tahun 2026, PKBM Buay Nyerupa di Kecamatan Sukau tercatat memiliki 59
peserta didik penerima BOP Kesetaraan. PKBM Setia Budi di Kecamatan Sekincau
memiliki sembilan peserta didik, sementara PKBM Arrizqi Bina Bersama melayani
33 peserta didik.
Selain itu, PKBM Global Rabbani tercatat memiliki 16 peserta didik, PKBM
Pondok Pesantren Al Hasyimiyah sebanyak 13 peserta didik, serta PKBM Bumi Jawa
dengan tujuh peserta didik.
PKBM Insan Mandiri menjadi salah satu satuan pendidikan dengan jumlah peserta
didik terbanyak pada 2026, yakni 65 orang, sementara SKB Lampung Barat melayani
79 peserta didik program kesetaraan.
Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah peserta didik penerima BOP
Kesetaraan di Lampung Barat mengalami penurunan, total peserta didik program
kesetaraan tercatat mencapai 623 siswa yang tersebar di 10 satuan pendidikan.
Pada tahun 2025, PKBM Buay Nyerupa tercatat memiliki 101 siswa, PKBM Setia
Budi 21 siswa, PKBM Arrizqi Bina Bersama 32 siswa, serta PKBM Oase Kecamatan
Suoh sebanyak 30 siswa.
Selanjutnya, PKBM Global Rabbani memiliki sembilan siswa, PKBM Pondok
Pesantren Al Hasyimiyah delapan siswa, PKBM Maju Bersama Kecamatan Sukau 75
siswa, dan PKBM Insan Mandiri sebanyak 79 siswa.
Jumlah peserta didik terbesar pada 2025 tercatat di PKBM Bunga Tanjung
dengan 125 siswa, serta SKB Lampung Barat yang melayani 123 siswa program
kesetaraan.
Tati menyampaikan bahwa dinamika jumlah peserta didik dari tahun ke tahun
dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kelulusan warga belajar, perpindahan
domisili, hingga perubahan minat masyarakat terhadap jalur pendidikan formal
dan nonformal.
“Meski jumlah peserta didik fluktuatif, pemerintah tetap berkomitmen
memastikan layanan pendidikan kesetaraan berjalan optimal dan dana BOP
digunakan sesuai petunjuk teknis,” tegasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pemkab Lambar Tertibkan Pedagang di Kawasan Pasar Liwa
Selasa, 27 Januari 2026 -
Satgas MBG Lampung Barat Jatuhkan Sanksi SP1 kepada Empat SPPG
Selasa, 27 Januari 2026 -
Program MBG di Lambar Kembali Bermasalah, Limbah Dapur Tugu Ratu Dikeluhkan Warga
Senin, 26 Januari 2026 -
Setelah 74 Tahun Menunggu, Negara Lepaskan 22,51 Hektare Kawasan Hutan untuk Warga Sukapura
Senin, 26 Januari 2026









