• Selasa, 27 Januari 2026

Lampung Barat Terima Rp241,7 Juta BOP Kesetaraan, Disdikbud Pastikan Dana Masuk Rekening PKBM

Selasa, 27 Januari 2026 - 09.19 WIB
35

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati Sulastri. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Lampung Barat - Pemerintah Kabupaten Lampung Barat mendapat alokasi anggaran Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) Kesetaraan tahun anggaran 2026 yang diperuntukan bagi satuan pendidikan nonformal yang menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan di wilayah setempat.

Pada tahun 2026, Lampung Barat menerima BOP Kesetaraan senilai Rp241.780.000 yang disalurkan kepada 281 peserta didik. Bantuan tersebut tersebar di delapan satuan pendidikan, terdiri dari Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampung Barat, Tati Sulastri, mengatakan penyaluran BOP Kesetaraan tahun 2026 telah terealisasi dan dana sudah masuk ke rekening masing-masing satuan pendidikan.

“BOP Kesetaraan tahun 2026 sudah disalurkan 100 persen. Saat ini dana berada di rekening satuan pendidikan dan proses pencairannya dilakukan atas rekomendasi Disdikbud Lampung Barat,” ujar Tati, Selasa (27/1/2026).

BOP Kesetaraan merupakan bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang bertujuan membiayai operasional pendidikan nonformal, meliputi Paket A setara SD, Paket B setara SMP, dan Paket C setara SMA.

Tati menjelaskan, program ini menjadi instrumen penting dalam menjamin akses pendidikan bagi masyarakat yang tidak terlayani pendidikan formal, baik karena putus sekolah, keterbatasan ekonomi, maupun faktor geografis.

Pada tahun 2026, PKBM Buay Nyerupa di Kecamatan Sukau tercatat memiliki 59 peserta didik penerima BOP Kesetaraan. PKBM Setia Budi di Kecamatan Sekincau memiliki sembilan peserta didik, sementara PKBM Arrizqi Bina Bersama melayani 33 peserta didik.

Selain itu, PKBM Global Rabbani tercatat memiliki 16 peserta didik, PKBM Pondok Pesantren Al Hasyimiyah sebanyak 13 peserta didik, serta PKBM Bumi Jawa dengan tujuh peserta didik.

PKBM Insan Mandiri menjadi salah satu satuan pendidikan dengan jumlah peserta didik terbanyak pada 2026, yakni 65 orang, sementara SKB Lampung Barat melayani 79 peserta didik program kesetaraan.

Jika dibandingkan dengan tahun 2025, jumlah peserta didik penerima BOP Kesetaraan di Lampung Barat mengalami penurunan, total peserta didik program kesetaraan tercatat mencapai 623 siswa yang tersebar di 10 satuan pendidikan.

Pada tahun 2025, PKBM Buay Nyerupa tercatat memiliki 101 siswa, PKBM Setia Budi 21 siswa, PKBM Arrizqi Bina Bersama 32 siswa, serta PKBM Oase Kecamatan Suoh sebanyak 30 siswa.

Selanjutnya, PKBM Global Rabbani memiliki sembilan siswa, PKBM Pondok Pesantren Al Hasyimiyah delapan siswa, PKBM Maju Bersama Kecamatan Sukau 75 siswa, dan PKBM Insan Mandiri sebanyak 79 siswa.

Jumlah peserta didik terbesar pada 2025 tercatat di PKBM Bunga Tanjung dengan 125 siswa, serta SKB Lampung Barat yang melayani 123 siswa program kesetaraan.

Tati menyampaikan bahwa dinamika jumlah peserta didik dari tahun ke tahun dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari kelulusan warga belajar, perpindahan domisili, hingga perubahan minat masyarakat terhadap jalur pendidikan formal dan nonformal.

“Meski jumlah peserta didik fluktuatif, pemerintah tetap berkomitmen memastikan layanan pendidikan kesetaraan berjalan optimal dan dana BOP digunakan sesuai petunjuk teknis,” tegasnya. (*)