• Senin, 26 Januari 2026

Jalan Rusak Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Wonodadi Pringsewu Gelar Aksi 'Gogoh Iwak'

Senin, 26 Januari 2026 - 09.58 WIB
68

atusan warga Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menggelar aksi unik dengan melakukan gogoh iwak atau menangkap ikan di tengah jalan rusak, Senin (26/1/2026). Foto: Manalu/Kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Pringsewu – Ratusan warga Pekon Wonodadi, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu, menggelar aksi unik dengan melakukan gogoh iwak atau menangkap ikan di tengah jalan rusak, Senin (26/1/2026). Aksi ini dilakukan sebagai bentuk protes karena kondisi jalan yang tak kunjung diperbaiki.

Aksi gogoh iwak berlangsung di ruas Jalan Pekon Wonodadi–Wonosari, yang juga menjadi akses utama menuju Way Lima, Kabupaten Pesawaran. Jalan tersebut mengalami kerusakan parah dengan banyak lubang dan kubangan air, sehingga sulit dilalui kendaraan.

Salah seorang warga, Eko, mengatakan aksi serupa sudah beberapa kali dilakukan, namun belum mendapat respons nyata dari pemerintah daerah. “Protes seperti ini sudah lima kali kami lakukan, tapi belum ada tindak lanjut. Jalan yang rusak sekitar 500 meter, mudah-mudahan ini aksi terakhir,” ujarnya.

Warga lainnya menyebut aksi tersebut sebagai bentuk penyampaian aspirasi kepada pemerintah. “Kalau Pak Bupati sering gogoh iwak di sawah, silakan datang ke sini gogoh iwak di jalan rusak bareng kami,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, kondisi jalan yang berlubang dan licin kerap menyebabkan kecelakaan, terutama bagi anak-anak sekolah yang melintas setiap hari. “Banyak yang jatuh karena jalan penuh kubangan. Tiap hari kami menghirup debu. Kami minta tolong agar pemerintah memperbaiki jalan ini, jangan hanya janji-janji belaka,” tegasnya.

Dalam aksi tersebut, peserta gogoh iwak didominasi kaum ibu yang tampak antusias menyuarakan keluhan mereka. Warga juga menyiapkan sekitar dua kuintal ikan lele yang dilepaskan ke kubangan jalan, menambah suasana ramai saat warga berebut menangkap ikan.

Kapolsek Gadingrejo, Iptu Sugiyanto, yang memantau langsung kegiatan itu, mengimbau warga agar tetap menjaga ketertiban selama menyampaikan aspirasi. “Silakan sampaikan aspirasi, tapi mengingat ini fasilitas umum, agar dipertimbangkan jangan sampai mengganggu aktivitas warga lainnya,” ujarnya.

Berdasarkan pantauan di lokasi, aksi berlangsung sekitar 90 menit. Setelah itu warga membubarkan diri dengan tertib dan kembali membuka akses jalan yang sempat ditutup sementara selama kegiatan berlangsung. (*)