Bergabung ke Bandar Lampung, 8 Desa Direncanakan Jadi 4 Kelurahan dan Kecamatan Baru
Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana. Foto: Sri/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung – Wali Kota Bandar Lampung, Eva Dwiana, menyambut positif rencana bergabungnya delapan desa di Kecamatan Jati Agung, Kabupaten Lampung Selatan, ke wilayah administrasi Kota Bandar Lampung. Ia menyebut rencana tersebut sebagai peluang besar untuk mempercepat pembangunan dan pemerataan ekonomi.
“Alhamdulillah, ini adalah anugerah bagi Kota Bandar Lampung. Kalau memang sudah diserahkan kepada kita, tentu akan langsung kita kerjakan dan kita bangun yang terbaik untuk delapan desa yang bergabung,” ujar Eva Dwiana, Senin (26/1/2026).
Eva mengatakan, Pemerintah Kota Bandar Lampung telah menyiapkan konsep penataan wilayah bagi desa-desa yang akan bergabung. Delapan desa tersebut direncanakan akan disatukan menjadi empat kelurahan baru.
“Delapan desa ini kemungkinan akan kita satukan menjadi empat kelurahan. Bisa jadi nantinya kita bentuk kecamatan baru, seperti kawasan Kota Baru,” katanya.
Selain penataan administratif, Eva menegaskan penguatan sektor ekonomi masyarakat akan menjadi fokus utama pemerintah kota. Salah satunya melalui pengembangan pusat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
“Kita ingin UMKM di kawasan tersebut kita rapikan dan kembangkan. Salah satunya pusat UMKM akan kita jadikan di Kota Baru, sehingga ekonomi masyarakat bisa tumbuh,” jelasnya.
Ia juga menyebutkan, kawasan yang akan bergabung memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata baru, sehingga dapat membuka lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan warga setempat.
Jika proses penyesuaian wilayah rampung, jumlah penduduk Kota Bandar Lampung diperkirakan akan bertambah lebih dari 30.400 jiwa dari delapan desa tersebut.
Adapun desa-desa yang telah menyatakan persetujuan untuk bergabung yakni Desa Purwotani, Margorejo, Sinar Rezeki, Margomulyo, Margodadi, Gedung Agung, Gedung Harapan, dan Desa Banjaragung.
Eva berharap proses penyesuaian daerah dapat berjalan lancar dan segera dituntaskan, sehingga program pembangunan dan peningkatan pelayanan publik dapat langsung direalisasikan di wilayah yang akan bergabung dengan Kota Bandar Lampung. (*)
Berita Lainnya
-
DPRD Lampung Dukung Program Pagar Permanen di TNWK Atasi Konflik Gajah–Manusia
Senin, 26 Januari 2026 -
Jadi Saksi Kelahiran Provinsi Lampung, Rumah Daswati Kian Rapuh Dimakan Waktu
Senin, 26 Januari 2026 -
Syukron: Guru Honorer Lebih Mendesak Diangkat PPPK daripada Pegawai SPPG
Senin, 26 Januari 2026 -
BATIQA Hotel Lampung Berkolaborasi dengan Agroforestri ITERA Gelar Aksi 'Satu Kamar Satu Pohon' Peringati Hari Lingkungan Hidup Nasional
Senin, 26 Januari 2026









