• Minggu, 25 Januari 2026

Perahu Terbalik, Nelayan Hilang di Pesibar Ditemukan Meninggal 500 Meter dari Lokasi Kejadian

Minggu, 25 Januari 2026 - 11.32 WIB
20

Tim gabungan dibantu warga saat mengevakuasi jasad Khoirudin nelayan yang hilang di Laut Pesisir Barat. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Pesisir Barat - Setelah dilakukan pencarian selama dua hari, Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan Khoirudin (40), nelayan yang dilaporkan hilang akibat kecelakaan perahu terbalik di Muara Marang, Pekon Bangun Negara, Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat (Pesibar), Lampung, Minggu (25/1/2026) pagi. Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Kepala Kantor SAR Lampung yang diwakili oleh Komandan Pos SAR Tanggamus Robi Rusli menjelaskan, peristiwa bermula pada Sabtu (24/1/2026) sekitar pukul 06.00 WIB, saat perahu nelayan yang ditumpangi korban mengalami mati mesin ketika hendak menepi ke muara.

“Perahu tersebut kemudian terbalik dan terbawa arus. Satu nelayan lainnya, Supri, berhasil diselamatkan oleh nelayan setempat, sementara Khoirudin dinyatakan hilang,” ungkap dia.

Menerima laporan dari BPBD Pesisir Barat, Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Lampung langsung mengerahkan Tim Rescue Pos SAR Tanggamus menuju lokasi kejadian dengan menempuh jarak sekitar 67 kilometer.

Setibanya di lokasi, tim melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan potensi SAR yang sudah berada disana kemudian bersama sama melaksanakan pencarian.

Robi menyebut, pada Minggu (25/1/2026) pagi sekitar pukul 07.30 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh Tim SAR Gabungan pada jarak kurang lebih 500 meter dari lokasi kejadian awal. Jenazah korban selanjutnya dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga.

Pencarian dilakukan berdasarkan rencana operasi dan perhitungan SAR Map Prediction.

“Korban ditemukan sekitar 500 meter dari LKP (Lokasi Kejadian Perkara) dalam kondisi meninggal dunia. Dengan ditemukannya korban, operasi SAR dihentikan dan dinyatakan selesai. Seluruh Unsur SAR Gabungan yang terlibat dikembalikan ke satuan masing-masing, "ujarnya.

Operasi pencarian melibatkan unsur SAR gabungan dari Pos SAR Tanggamus, BPBD Pesisir Barat, aparat kewilayahan, serta masyarakat setempat. “Basarnas menghimbau para nelayan untuk selalu memperhatikan kondisi cuaca dan kelayakan kapal sebelum melaut guna meminimalisir risiko kecelakaan di laut,” tuturnya. (*)