• Selasa, 20 Januari 2026

Lampung Daerah Produsen Beras Jadi Alasan Penyaluran SPHP Bulog Tak Capai Target

Selasa, 20 Januari 2026 - 13.52 WIB
16

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, saat dimintai keterangan di kantor Bulog, Selasa (20/1/2026). Foto: Ria/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Penyaluran beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) oleh Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Lampung sepanjang tahun 2025 belum berjalan dengan maksimal.

Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung, Rindo Safutra, mengatakan jika penyebab tidak maksimal nya penyaluran tersebut disebabkan karena Lampung merupakan salah satu daerah produsen beras di Indonesia.

Menurutnya, realisasi penyaluran beras SPHP di Provinsi Lampung pada tahun 2025 mencapai 17.652 ton dari total target yang telah ditetapkan sebanyak 43.826 ton atau sekitar 40 persen.

"Penyaluran SPHP memang tidak begitu maksimal karena Lampung merupakan wilayah produsen beras. Ketersediaan beras di pasar relatif mencukupi sehingga intervensi pemerintah tidak terlalu besar," kata dia saat dimintai keterangan, Selasa (20/1/2026).

Meski demikian, program penyaluran beras SPHP pada tahun 2025 masih terus berjalan dan diperpanjang hingga 31 Januari 2026.

"Perpanjangan ini merupakan lanjutan dari kebijakan tahun 2025 untuk menjaga stabilitas harga beras di pasaran. Perpanjangan dilakukan sampai 31 Januari," tuturnya.

Rindo menjelaskan, Bulog Lampung tetap menyalurkan beras SPHP melalui Rumah Pangan Kita (RPK) serta kios-kios di pasar yang telah terdata. Penyaluran tersebut terus dilakukan secara rutin hingga saat ini.

Selain itu, Bulog juga telah menjalin kerja sama dengan pemerintah daerah melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

"Capaian ini sebenarnya sudah sangat luar biasa, mengingat Lampung adalah daerah produksi beras. Artinya, mekanisme pasar masih berjalan dengan baik," ujarnya.

Rindo menegaskan, program SPHP berfungsi sebagai instrumen penyeimbang ketika harga beras di pasaran mengalami kenaikan.

Dengan adanya beras SPHP, masyarakat memiliki alternatif untuk mendapatkan beras dengan harga sesuai ketetapan pemerintah dan kualitas yang terjamin.

"SPHP hadir sebagai penyeimbang. Saat harga beras naik, masyarakat yang membutuhkan bisa membeli beras SPHP dengan harga stabil dan kualitas yang bagus," tutupnya. (*)