Guru dan Wali Murid SDN 1 Way Urang Lamsel Keluhkan Menu MBG dari SPPG Kedaton 2
Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedaton 2 yang berlokasi di eks Kantor Polres Lama, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan. Foto: Edu/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kedaton 2 yang berlokasi di eks Kantor Polres Lama, Kelurahan Way Urang, Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan menjadi sorotan guru dan wali murid SD Negeri 1 Way Urang.
Pasalnya, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dikirim SPPG tersebut dinilai kerap bermasalah dan berpotensi membahayakan kesehatan peserta didik.
Sejumlah guru mengungkapkan, dalam beberapa kesempatan makanan yang diterima siswa tidak layak konsumsi. Mulai dari nasi yang basi, buah yang berair dan tidak segar, hingga dugaan tahu berjamur yang dikirim pada Selasa (13/01/2026).
“Selasa kemarin menunya tahu dan bakso. Saat anak-anak membuka kotak makan, mereka langsung berteriak, ‘Bu, tahunya ada saljunya.’ Setelah kami perhatikan, ternyata itu jamur,” ungkap seorang guru saat ditemui kupastuntas.co di ruang kerjanya, Kamis (15/01/2026).
Guru yang enggan disebutkan namanya itu menyebutkan, permasalahan menu mulai sering terjadi sejak pergantian SPPG sekitar dua bulan terakhir.
Saat ini, SPPG Kedaton 2 melayani kebutuhan gizi sekitar 610 murid SDN 1 Way Urang.
“Sejak ganti SPPG, masalah seperti ini sering kami temukan. Dua SPPG sebelumnya jauh lebih baik, menunya bervariasi dan tidak pernah bermasalah,” ujarnya.
Selain kualitas makanan, keluhan juga datang dari minimnya variasi buah yang disajikan.
Menurut guru tersebut, selama ini buah yang dikirim hanya berkisar pada empat jenis, yakni salak, melon, jeruk, dan semangka.
“Anak-anak sering cerita dengan teman dari sekolah lain. Ada yang dapat anggur atau kelengkeng. Buah-buah itu belum pernah kami terima di sini,” katanya.
Terkait pergantian SPPG, ia menjelaskan hal tersebut dilakukan karena penerapan sistem zonasi. SPPG Kedaton 2 dinilai paling dekat dengan lokasi sekolah.
Ia juga mengungkapkan, pada Rabu (14/01/2026) pihak SPPG Kedaton 2 telah mendatangi kepala sekolah untuk melakukan klarifikasi.
Dari pertemuan tersebut, disebutkan ada komitmen perbaikan menu makanan dan buah yang mulai diterapkan pada Kamis (15/01/2026).
Keluhan serupa juga disampaikan oleh salah seorang wali murid yang ditemui saat menjemput anaknya pulang sekolah.
Ia mengaku kerap menerima cerita dari anaknya terkait kualitas makanan yang disediakan.
“Kejadian tahu diduga berjamur itu jelas membuat kami para orang tua resah dan takut. Untungnya guru cepat tanggap dan melarang anak-anak memakan makanan tersebut. Kalau tidak, bisa saja kejadiannya lebih serius,” ujarnya.
Wali murid tersebut berharap persoalan ini mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah, khususnya Bupati Lampung Selatan.
Ia bahkan berharap dilakukan pergantian SPPG di SDN 1 Way Urang demi keselamatan dan kesehatan anak-anak.
“Kami berharap informasi ini sampai ke Pak Bupati, dan ada pergantian SPPG di SDN 1 Way Urang,” katanya.
Sementara itu, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan, Devi Arminanto, membenarkan pihaknya telah menerima laporan dan keluhan dari orang tua murid SDN 1 Way Urang.
Ia mengatakan, Tim Satuan Tugas Badan Gizi Nasional (BGN) bersama Dinas Kesehatan akan melakukan peninjauan langsung ke lapangan.
“Betul, kami sudah menerima keluhan. Saat ini sedang dilakukan rapat untuk menentukan langkah yang akan diambil,” kata Devi melalui pesan WhatsApp.
Terkait kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) oleh SPPG Kedaton 2, Devi mengaku SPPG Kedaton 2 sudah mengantongi sertifikat SLHS yang dikeluarkan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP).
Menurut Kepala Bidang Perizinan pada Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Asnawi, SPPG yang sudah memiliki sertifikat SLHS di Lampung Selatan ada 15 SPPG dan untuk di Kecamatan Kalianda baru ada 3 SPPG salah satunya SPPG Kedaton 2 yang ada di eks Polres lama.
"SPPG yang sudah memilik SLHS di Lamsel baru ada 15. Untuk Kecamatan Kalianda ada Tiga SPPG, yakni SPPG Kedaton 2, SPPG Way Urang 4 dan SPPG Kalianda Sukatani," tutupnya.
Hingga berita ini diterbitkan, Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas di dapur SPPG Kedaton 2, Aldi Koko Yulius, belum memberikan keterangan.
Upaya konfirmasi telah dilakukan melalui sambungan telepon dan pesan WhatsApp. Meski pesan telah terbaca, yang bersangkutan belum memberikan tanggapan. (*)
Berita Lainnya
-
Edarkan Uang Palsu, Pemuda 18 Tahun Diciduk Polisi di Natar
Selasa, 13 Januari 2026 -
Kapolres Lampung Selatan AKBP Toni Kasmiri Terima Satyalancana Wira Karya dari Presiden RI
Rabu, 07 Januari 2026 -
Kunker di Karang Anyar, Sudin Edukasi Masyarakat Perihal Hukum, Media Sosial, dan Lingkungan
Rabu, 07 Januari 2026 -
Anggota Komisi III DPR RI Sudin S.E Kunjungan Kerja ke Jati Agung, Bahas Isu Sosial Masyarakat
Rabu, 07 Januari 2026









