Terendam Banjir, 4 Hektare Sawah di Bandar Negeri Suoh Lambar Terancam Gagal Panen
Kupastuntas.co, Lampung Barat — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Lampung Barat dalam beberapa hari terakhir menyebabkan sejumlah lahan persawahan di Kecamatan Bandar Negeri Suoh (BNS) terendam banjir. Sedikitnya sekitar 4 hektare sawah milik petani terdampak dan terancam gagal panen.
Genangan air yang cukup tinggi membuat tanaman padi yang baru memasuki fase pertumbuhan awal mengalami kerusakan. Kondisi ini memicu kekhawatiran petani karena musim tanam kali ini menjadi salah satu harapan utama untuk meningkatkan hasil produksi.
Sejumlah petani mengaku tidak bisa berbuat banyak selain menunggu surutnya air. Mereka berharap adanya bantuan serta perhatian dari pemerintah daerah untuk mengantisipasi kerugian yang lebih besar.
“Air naik cepat sekali, padi sudah mulai terendam semua. Kalau begini terus bisa gagal panen,” ujar salah satu petani setempat.
Pemerintah kecamatan bersama perangkat desa telah melakukan pendataan awal terhadap lahan yang terdampak. Selain itu, koordinasi dengan dinas terkait juga mulai dilakukan untuk menyiapkan langkah penanganan darurat.
Pihak terkait menyebut bahwa kondisi topografi wilayah serta curah hujan tinggi menjadi faktor utama terjadinya banjir di area persawahan tersebut. Ke depan, diperlukan perbaikan sistem drainase dan penguatan infrastruktur irigasi agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Pengamat pertanian menilai bahwa perubahan iklim turut memperbesar risiko gagal panen di berbagai daerah, termasuk Lampung Barat. Oleh karena itu, diperlukan strategi adaptasi yang lebih kuat dari pemerintah maupun petani.
Berita Lainnya
-
MBG di Lampung Barat Dikeluhkan, Daging Alot Seperti Karet hingga Temuan Ulat di Makanan Siswa
Sabtu, 18 April 2026 -
Lampung Barat Bidik Pasar Jakarta, Kopi hingga Hortikultura Siap Disuplai
Jumat, 17 April 2026 -
Sampah Menumpuk di Jalan Nasional Batu Brak Lambar Dibersihkan
Jumat, 17 April 2026 -
Produktivitas Kopi Terancam, Pemkab Lambar Gandeng BI Lewat Skema CSR
Kamis, 16 April 2026








