• Selasa, 05 November 2024

Dua Spesialis Pencuri di Rumah Sakit Bandar Lampung Dibekuk Polisi

Selasa, 05 November 2024 - 10.49 WIB
48

Dua pria spesialis pencurian di rumah sakit, berinisial DA (32) dan JP (38) kini diamankan Polisi. Foto: Ist

Kupastuntas.co, Bandar LampungDua pria spesialis pencurian di rumah sakit, berinisial DA (32) dan JP (38), berhasil dibekuk polisi di dua lokasi berbeda pada Minggu (3/11/2024) dini hari. Keduanya ditangkap setelah terlibat dalam aksi pencurian barang berharga milik pasien maupun keluarga pasien di sejumlah rumah sakit di Bandar Lampung.

Aksi terakhir kedua pelaku terjadi pada Sabtu (2/11/2024) di Rumah Sakit Advent, Kedaton. Dalam kejadian itu, DA dan JP berhasil menggasak 3 unit handphone dan uang tunai sebesar Rp 800 ribu milik keluarga pasien. Setelah berhasil melancarkan aksinya, keduanya melarikan diri, namun berhasil dibekuk polisi keesokan harinya.

Kapolsek Kedaton AKP Budi Harto menjelaskan bahwa kedua pelaku merupakan spesialis pencuri yang kerap beraksi di rumah sakit. "Pelaku DA biasanya masuk ke kamar-kamar pasien dan saat korban lengah, pelaku langsung mencuri barang berharga seperti handphone atau dompet," ujar Budi Harto, Selasa (5/11/2024).

Sementara itu, JP berperan sebagai "supir" yang menjemput dan mengantar DA, serta mengamankan barang curian sebelum dijual. "JP ini bertugas mengantar jemput DA dan juga membantu menjual barang curian. Hasilnya dibagi rata antara mereka," tambah Kapolsek.

Dari hasil penyelidikan, polisi mengungkapkan bahwa kedua pelaku sudah beberapa kali beraksi di dua rumah sakit berbeda di Bandar Lampung, dengan barang curian yang umumnya berupa dompet dan handphone. "Barang-barang yang dicuri cenderung kecil dan mudah disembunyikan, sehingga sulit terdeteksi," jelas AKP Budi Harto.

Selain kedua pelaku, polisi berhasil mengamankan barang bukti berupa 3 unit handphone yang dicuri. Akibat perbuatannya, DA dan JP dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun.

Kini, kedua pelaku telah mendekam di balik jeruji besi dan tengah menjalani proses hukum lebih lanjut. (*)