Marak Pengecoran Solar Subsidi, Kapolres Lamtim Perintahkan Kasat Reskrim Lakukan Penyelidikan
Kapolres Lampung Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Rizal Muchtar saat menerima keluhan dari masyarakat. Foto: Agus/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Persoalan bahan bakar jenis
solar yang sering kosong di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di
Lampung Timur seakan tak ada habisnya.
Kali ini Kepala Desa Labuhanratu IX, Kecamatan Labuhanratu, Ermanita mengadu langsung ke Kapolres Lampung Timur Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) M Rizal Muchtar bersama jajarannya.
"Pak kami sering mendengar keluhan masyarakat sulitnya untuk mendapatkan solar subsidi, bahkan ngecor solarnya terang terangan, bagaimana sih pak itu, apa tidak menyalahi aturan?" kata Kades Labuhanratu IX dihadapan Kapolres Lampung Timur. Rabu (22/5/24).
Ermanita menceritakan ketika dirinya mengantre untuk membeli solar di SPBU wilayah Labuhanratu IX, pengisian solar tidak pada lazimnya tangki yang ada di samping mobil, tapi selang mesin SPBU mengarah pada jendela mobil, dirinya menduga ada tangki dalam mobil dimaksud.
"Sepertinya ada kesengajaan mendesain tangki kendaraan agar mendapatkan solar lebih banyak. Dan ironisnya di SPBU sering kosong tapi di tempat eceran justru selalu tersedia," jelas Ermanita.
Kapolres Lampung Timur mengatakan terkait dengan persoalan solar subsidi menjadi PR bagi Kasat Reskrim dan Kapolsek Labuhanratu.
"Silahkan Pak Kasat Reskrim dan Kapolsek Labuhanratu untuk menindaklanjuti keluhan ibu kepala desa tadi. Dimana maraknya dugaan pengecoran solar subsidi," tegas Kapolres didepan jajarannya.
Secepatnya Kapolres akan memerintahkan Kasat Reskrim untuk melakukan penyelidikan terkait kondisi solar subsidi yang menjadi keluhan khalayak ramai, jika memang terjadi adanya permainan solar agar segera ditindak.
"Kami juga akan melakukan kordinasi dengan pihak Pertamina terkait dengan permainan solar subsidi yang diduga dilakukan oleh SPBU nakal yang ada di wilayah Lampung Timur," tegas Kapolres. (*)
Berita Lainnya
-
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Komitmen RI–Inggris soal Konservasi, Bupati Lampung Timur Dorong Penguatan Way Kambas
Jumat, 23 Januari 2026 -
Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Edukasi Swasembada Pangan di Lampung Timur
Selasa, 20 Januari 2026









