• Jumat, 02 Januari 2026

Resmikan Teknokrat Entrepreneur Vaganza, Mirzani Ungkap Peran Penting Pengusaha

Senin, 20 Mei 2024 - 15.02 WIB
1.1k

Anggota DPRD provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) saat membuka Teknokrat Entrepreneur Vaganza di kampus sang juara Senin, (20/5/2024). Foto: Yudha/kupastuntas.co

Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Anggota DPRD Provinsi Lampung, Rahmat Mirzani Djausal (RMD) membuka Teknokrat Entrepreneur Vaganza di kampus sang juara. Senin, (20/5/2024).

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) provinsi Lampung ini mengatakan, adanya entrepreneur vaganza di kampus Universitas Teknokrat Indonesia (UTI) itu sangat penting untuk meningkatkan jumlah para pengusaha.

"Saya hari ini senang sekali bisa hadir dalam agenda entrepreneur vaganza. Dimana entrepreneur sangat penting," kata Mirzani.

Dalam kesempatan itu, Mirza mengatakan, pada 2045 pemerintah mencanangkan Indonesia emas, yang mana pendapatan masyarakat Indonesia harus mencapai 13.000 dolar atau Rp14 juta.

"Kita Indonesia juga ditargetkan menjadi negara maju. Untuk mencapai itu, harus ada peningkatan ekonomi yang tinggi. Sekarang peningkatan ekonomi adalah 5 persen, ini karena kurang pengelolaan sumber daya," ujarnya.

"Di Lampung misalnya, ada komoditas alam seperti gula, kopi, udang tapi sedikit kami bisa mengembangkan itu karena dikuasi oleh perusaha besar, jadi untuk menjadi pengusaha sulit," sambungnya.

Menurut Mirza, cara menaikan ekonomi di Indonesia khususnya provinsi Lampung adalah dengan memperbanyak pengusaha.

"Formulunya, pengusaha itu harus 5 persen jumlahnya, di provinsi Lampung itu baru 2 persen pengusahanya. Singapura 11 persen pengusaha," jelasnya. 

"Menaikan pengusaha pemula itu kemudahan fasilitas, dan yang paling penting inkubator bisnis dilakukan secara masif," lanjutnya.

Oleh karena itu lanjut Mirza, apa yang telah dilakukan oleh Universitas Teknokrat Indonesia dalam membuat entrepreneur vaganza adalah upaya bertambahnya pengusaha di bumi Lampung.

"Maka apresiasi besar, apa yang dilakukan Teknokrat bahwa penting inkubator bisnis," tegasnya.

Sementara, Wakil Rektor Universitas Teknokrat Indoneisa, Mahathir Muhammad mengatakan, pihaknya membuka inkubator bisnis di kampusnya karena mahasiswa harus mampu menciptakan bisnisnya sendiri.

"Kita banyak mendengar tentang pengusaha, kita tahu banyak pemberitaan susah mencari pekerjaan. Banyak orang mengantri hanya untuk mendapatkan pekerjaan. Lowongan kerja semakin berat, banyak tantangan," kata Mahathir.

"Tidak cukup mahasiswa itu lulus bekerja, tapi harus mandiri menjadi entrepreneur. Oleh karena itu, UTI melakukan pembinaan dari para pengusaha, bagaimana kiat-kiata membangun usaha," pungkasnya. (*)

Editor :