Realisasi Penyaluran Beras SPHP di Lampung Capai 17.284 Ton
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Bandar
Lampung - Hingga 18 Mei 2024 Perum Bulog telah menyalurkan beras di Provinsi
Lampung melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) sebanyak
17.284.980 kg (17.284 ton) atau 57,62 persen dari total target 2024 sebesar 30
ribu ton.
Hal tersebut
disampaikan Kadiv Perencanaan Operasional dan Pelayanan Publik Perum Bulog, Epi
Sulandari saat mengikuti rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah secara
virtual, Senin (20/5/2024).
Epi merincikan,
penyaluran SPHP beras di Lampung pada Januari 2024 terealisasi 3.429.450 kg,
Februari 2024 terealisasi 4.387.480 kg, Maret 2024 terealisasi 5.906.915 kg,
April 2024 terealisasi 3.058.525 kg.
“Sejauh ini untuk
total di bulan Mei 2024 terealisasi sebanyak 502.610 kg. Khusus di tanggal 18
Mei kemarin terealisasi 20.800 kg,” jelas dia.
Ia menyebutan,
proporsi realisasi SPHP beras paling besar adalah pengecer (56,3 persen),
diikuti distributor (37,6 persen), Satgas (4,3 persen), pemda (1,5 persen), dan
sinergi BUMN (0,3 persen).
“Selain penyaluran ke
pengecer, kita juga melakukan kerja sama dengan ritel modern yang ada di masing-masing
daerah,” katanya.
Epi berujar pihaknya
akan terus menjaga ketersediaan pasokan beras di daerah saat daerah itu
mengalami kenaikan harga beras maupun ketika harga sedang turun.
Sampai dengan 17 Mei
2024, stok cadangan beras yang ada di Provinsi Lampung masih sebanyak 91.607
ton.
Sementara lanjut Epi,
untuk penyaluran bantuan pangan beras tahap dua (April-Juni) sudah diaksanakan.
Di Provinsi Lampung sendiri sudah terealisasi 100 persen dengan jumlah pagu
bantuan beras 8.296.750 kg.
Sebelumnya disampaikan
Pimpinan Wilayah Perum Bulog Kanwil Lampung Bambang Prihatmoko, bahwa Perum
Bulog Kantor Wilayah Lampung pada tahun 2024 menargetkan penyaluran 30 ribu ton
beras melalui program SPHP.
Jumlah tersebut
mengalami peningkatan sebanyak 2 ribu ton jika dibandingkan dengan tahun
sebelumnya yaitu 28 ribu ton.
"Untuk program
SPHP tetap akan kita salurkan sepanjang tahun. Untuk tahun 2024 ini target yang
kami tetapkan akan menyalurkan sebanyak 30 ribu ton beras," kata dia saat
dimintai keterangan, Kamis (1/2/2024).
Bambang menjelaskan
penyaluran beras melalui program SPHP sampai saat ini telah dilakukan kepada
758 pedagang pengecer. Mulai dari toko di dalam pasar, Rumah Pangan Kita (RPK),
koperasi, dan retail.
Ia mengklaim
penyaluran beras SPHP memiliki dampak yang sangat positif terhadap pengendalian
angka inflasi terutama yang disumbang oleh komoditas beras.
"Penyaluran SPHP
itu berpengaruh terhadap indeks perubahan harga di Lampung. Dimana andil beras
terhadap inflasi di Lampung selama dua bulan terakhir hampir tidak ada,"
timpalnya.
Selain itu pada tahun
ini pihaknya juga akan melakukan penyerapan gabah di tingkat petani untuk
pengadaan dalam negeri dengan target sebanyak 50 ribu ton.
"Tahun ini juga
kita akan menyerap untuk pengadaan dalam negeri, mulai April nanti sudah mulai
panen. Untuk target penyerapan tahun ini 50 ribu ton setara beras,"
ungkapnya.
Sedangkan pada tahun
2023 ia mengaku pihaknya hanya mampu menyerap gabah petani sebanyak 26 ribu ton
dari target yang ditentukan yaitu 80 ribu ton.
"Karena memang
tahun 2023 dan 2024 ini kita menghadapi situasi el nino dan tanam mundur, tidak
serentak jadi kondisinya tidak optimal," ucapnya. (*)
Berita Lainnya
-
RS Urip Sumoharjo Ucapkan Selamat HUT ke-65 PT Jasa Raharja
Kamis, 01 Januari 2026 -
Polisi Buru Pelaku Tabrak Lari Driver Ojol di Bandar Lampung
Rabu, 31 Desember 2025 -
Driver Ojol Jadi Korban Tabrak Lari di Bandar Lampung, Kini Berjuang Pulih dan Cari Keadilan
Rabu, 31 Desember 2025 -
Libur Nataru, 39 Penumpang Tertinggal Kereta di Lampung Akibat Datang Terlambat
Rabu, 31 Desember 2025









