Rumah dan Dua Ruko di Labuhanratu Lamtim Ludes Terbakar, Kerugian Rp 400 Juta
Kebakaran rumah dan ruko di Dusun 1, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur. Foto: Ist.
Kupastuntas.co, Lampung Timur - Rumah kediaman Muzaini berikut dua ruko isi sembako di Dusun 1, Desa Rajabasa Lama, Kecamatan Labuhanratu, Kabupaten Lampung Timur (Lamtim) habis terbakar, Sabtu (6/4/2024) sekitar pukul 19.30 WIB, kerugian materi Rp400 juta lebih.
Hakim, warga yang tinggal berdampingan dengan korban menceritakan, yang mengetahui awal kebakaran yakni seorang penjual martabak yang berada di depan rumah korban.
"Kebetulan lokasi yang terbakar di lingkup pasar tridatu sehingga banyak warga yang membantu memadamkan api sebelum mobil pemadam tiba di lokasi," kata Hakim, saat dikonfirmasi.
Sementara itu, Camat Labuhanratu, Agustinus Triihandoko membenarkan adanya kebakaran tersebut, api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.00 WIB, namun rumah terbakar 100 persen (habis) dan dua ruko serta isinya habis.
Estimasi kerugian yang dialami korban sekitar Rp400 juta, namun dipastikan tidak ada korban jiwa. Pemadaman api di bantu oleh 5 unit mobil pemadam.
"Melibatkan mobil milik Pemda, TNWK dan perusahaan GGP sehingga api cepat dipadamkan dan tidak menjalar di gedung lainnya atau rumah warga lainnya," jelas Agustinus.
Sementara terkait penyebab kebakaran, Agustinus belum bisa memastikan karena sampai saat ini masih fokus pemadaman sehingga untuk persoalan penyebab tanahnya pihak kepolisian.
"Dipastikan dari Inafis Polres Lampung Timur nanti yang melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab dan titik api berasal dari mana," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Pembatas Sepanjang 70 Kilometer Disiapkan Hentikan Konflik Gajah-Manusia di Way Kambas
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Gerakan Bersatu dengan Alam, Gubernur Lampung Dorong Solusi Adil Atasi Konflik Warga-Gajah di TNWK
Sabtu, 24 Januari 2026 -
Komitmen RI–Inggris soal Konservasi, Bupati Lampung Timur Dorong Penguatan Way Kambas
Jumat, 23 Januari 2026 -
Gerakan Tanam Padi Serentak Jadi Edukasi Swasembada Pangan di Lampung Timur
Selasa, 20 Januari 2026









