Kerjasama PWNU dan PW Muhammadiyah Lampung: Seruan untuk Tidak Terprovokasi di Tengah Ketegangan Sosial
PWNU dan PW Muhammadiyah Lampung saat Konferensi Pers, di Kantor PWNU Lampung, Kamis (30/11/2023). Foto: Sri
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dalam respons terhadap insiden yang terjadi di Bitung, Sulawesi Utara, Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) dan Pengurus Wilayah Muhammadiyah Lampung telah mengeluarkan pernyataan bersama.
Mereka menyerukan kepada masyarakat untuk menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi oleh peristiwa tersebut.
Pernyataan bersama ini disampaikan dalam konferensi pers yang diadakan di Kantor PWNU Lampung. Pernyataan ini menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai toleransi dan kebersamaan, serta mendukung tindakan preventif pemerintah dalam menangani situasi.
Kedua organisasi juga mengajak masyarakat untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh perbuatan oknum-oknum yang ingin mengganggu stabilitas dan kondusifitas kehidupan berbangsa dan bernegara.
Ketua PWNU Lampung, H Puji Raharjo, dan Ketua PW Muhammadiyah Lampung, Prof Sudarman, menyerukan pentingnya menjaga ketenangan dan tidak terprovokasi.
Mereka mengimbau masyarakat untuk menghindari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan penyelesaian pelanggaran hukum kepada aparat yang berwenang.
Baca juga : PWNU dan Muhammadiyah Lampung Mengecam Tindakan Kekerasan yang Terjadi di Kota Bitung
Situasi di Bitung, yang diduga dipicu oleh provokasi terkait dukungan terhadap Palestina dan Israel, telah menimbulkan kekhawatiran akan dampaknya terhadap stabilitas sosial yang lebih luas.
Dalam pernyataan bersama tersebut, kedua organisasi juga menekankan pentingnya menciptakan kondisi yang kondusif di tahun politik ini, menghindari provokasi dan penyebaran isu SARA yang dapat mengganggu pesta demokrasi.
"Pernyataan ini diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam mencegah penyebaran ujaran kebencian, hoaks, dan informasi yang tidak akurat yang dapat memperburuk situasi," ungkap Puji..
PWNU dan PW Muhammadiyah Lampung berkomitmen untuk bekerja sama dalam menjaga agar situasi tetap damai, rukun, toleran, sejahtera, dan kondusif.
Kedua organisasi ini menekankan pentingnya persatuan dan dialog dalam menghadapi situasi yang menegangkan.
Mereka mengajak masyarakat untuk tetap waspada terhadap informasi yang tidak akurat dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, demi menjaga keutuhan dan stabilitas nasional. (*)
Berita Lainnya
-
Mahasiswa Universitas Teknokrat Lahirkan Inovasi PLTB Archimedes 3 Sudu untuk Penerangan UMKM Gunung Kunyit
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Istri Bripka Anumerta Arya Supena Bersyukur Kasus Cepat Terungkap
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Kenangan Rekan untuk Bripka Arya Supena, Polisi Baik yang Gugur saat Bertugas
Sabtu, 16 Mei 2026 -
Perintah Kapolda Lampung Tembak di Tempat Pelaku Begal Tuai Pro dan Kontra
Sabtu, 16 Mei 2026








