Ribut Masalah Wanita, Pelaku Penganiaya Mahasiswa Unila Jadi Tersangka dan Terancam 5 Tahun Penjara
Ilustrasi
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Pelaku penganiayaan mahasiswa
Unila ditetapkan sebagai tersangka dan terancam selama 5 Tahun penjara. Pelaku
yakni mahasiswa berinisial R dari UIN Raden Intan Lampung.
Hal tersebut disampaikan oleh Kapolsek Kedaton, Kompol Try
Maradona saat dikonfirmasi Jumat (23/6/2023).
"Iya benar (mahasiswa UIN Raden Intan Lampung),"
ujarnya.
Try menjelaskan setelah melakukan serangkaian penyelidikan dan
mengumpulkan keterangan saksi-saksi, tersangka terbukti melakukan penganiayaan
terhadap korban AM yang merupakan mahasiswa Unila di dekat Kantin Fakultas
Pertanian, Unila.
BACA JUGA: Masalah
Perempuan, Dua Mahasiswa Terlibat Baku Hantam Hingga Dilarikan ke Rumah Sakit
"Dari Senin sudah jadi tersangka. Korban mengalami luka
sobek di pelipis mata sebelah kanan, hidung mengeluarkan darah dan badan
sakit-sakit," jelasnya.
Kini tersangka telah ditahan di Mapolsek Kedaton dan
dipersangkakan Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan yang menyebabkan luka-luka
dengan ancaman maksimal 5 Tahun penjara.
"Sementara pasal penganiayaan yang menyebabkan
luka-luka," imbuhnya.
Sementara itu, terkait 2 rekan tersangka yang diduga ikut
melakukan penganiayaan terhadap korban. Try menjelaskan masih mendalami hal tersebut.
"Dua masih kita dalami perannya," ucapnya.
Sebelumnya, seorang mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas
Lampung babak belur dikeroyok oleh sejumlah mahasiswa lain pada Minggu (18/6/2023)
sekitar pukul 21.00 wib.
Akibatnya korban berinisial AM (20) dilarikan ke rumah sakit
untuk perawatan intensif. Adapun pemicu permasalahan tersebut dikarenakan
hubungan asmara antara korban AM dengan F dan pelaku R. (*)
Berita Lainnya
-
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
Sabu 122 Kilogram Diselundupkan dalam Truk Jengkol
Selasa, 13 Januari 2026 -
Polisi Bongkar Penyelundupan Sabu 122 Kg di Pelabuhan Bakauheni, Disamarkan dalam Muatan Jengkol
Senin, 12 Januari 2026 -
Kasus Kuota Haji, KPK: Ada Pengembalian Uang Rp100 Miliar dari PIHK
Sabtu, 10 Januari 2026









