Tak Bisa Bertani Usai Divonis Diabetes, Suyanto Butuh Biaya Berobat
Suyanto hanya bisa terbaring di dalam rumah di Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Lamsel. Senin (19/6/2023). Foto: Istimewa
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Seorang buruh tani bernama Suyanto (47) warga Dusun Banjarsari, Desa Bumirestu, Kecamatan Palas, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) terpaksa menganggur usai terserang penyakit diabetes dan menyebabkan telapak kaki kanannya membengkak.
Sejak bulan Januari hingga Juni 2023 atau 6 bulan lamanya, Suyanto tidak bisa lagi menggarap sawah yang menumpang di lahan milik kerabatnya itu.
"Di vonis terkena diabetes sejak bulan Januari 2023 hingga sekarang, dan telapak kaki membengkak, sehingga harus menganggur karena tidak bisa pergi ke sawah," ujar Suyanto, saat dikonfirmasi, Senin (19/6/2023) sore.
Masalah semakin berat, karena ia tetap harus menghidupi istrinya Darmi (44) dan 2 orang anaknya yakni Aldi (21) serta Aulia (13). "Sudah pernah 2 kali dapat santunan dari Pemerintah Desa Bumirestu," sambungnya.
Bukannya tak berusaha untuk sembuh, karena Suyanto pernah berobat ke Kota Kalianda, namun belum membuahkan hasil. "Harapannya bisa berangkat berobat ke Bandar Lampung, tapi karena tidak ada biaya jadi belum terlaksana," tandas Suyanto.
Kades Bumirestu, Sukiman mengatakan, dirinya sudah pernah mengunjungi dan memberikan bantuan kepada Suyanto.
"Saya dua kali menyerahkan santunan untuk meringankan beban pak Suyanto," singkat Sukiman.
Sementara Tokoh pemuda Bumirestu, Juniawan menyampaikan, harapannya agar Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan bisa mewujudkan keinginan Suyanto untuk berobat ke Bandar Lampung.
"Tadi pak Suyanto mengatakan keinginannya untuk berobat ke rumah sakit di Bandar Lampung, namun karena keterbatasan biaya jadi belum bisa terlaksana," ungkap Juniawan, usai mengunjungi kediaman Suyanto. (*)
Video KUPAS TV : Fasilitas Jembatan Penyeberangan Rusak, Ini Respon Dishub Balam
Berita Lainnya
-
H-10 Hingga H-4 Lebaran: 467.928 Pemudik Masuk Sumatera, 280.331 Pemudik Masuk Jawa
Rabu, 18 Maret 2026 -
H-10 Hingga H-5 Lebaran: 363.607 Pemudik Masuk Sumatera, Puncak Mudik Diprediksi 19 Maret
Selasa, 17 Maret 2026 -
Kapolda, Gubernur, dan Pangdam Turun Langsung Pantau Arus Mudik di Bakauheni
Senin, 16 Maret 2026 -
Lonjakan H-6 Lebaran, 88 Ribu Pemudik Menyeberang dari Jawa ke Sumatera
Senin, 16 Maret 2026








