Belasan Ikan Koi Milik Warga Lampung Tengah Mati Mendadak
Tampak 15 ekor ikan koi yang mati akibat tejadinya pemadaman listrik. Foto: Ist
Kupastuntas.o, Bandar Lampung - Belasan ikan koi peliharaan
Luthfiyani Islami Sholihah (24) warga Desa Madiun Rengas, Kecamatan Bekri,
Kabupaten Lampung Tengah, mati mendadak akibat terjadinya pemadaman listrik pada, Sabtu
(25/3/2023) kemarin.
Kepada kupastuntas.co, Luthfi bercerita jika didaerah nya
terjadi pemadaman listrik dengan durasi yang cukup lama kurang lebih hingga 7
jam yang menyebabkan ikan koi peliharaan nya mati akibat kekurangan oksigen.
"Semalam sekitar pukul 19.00 WIB atau menjelang sholat
tarawih didaerah saya terjadi pemadaman listrik. Dan ini pemadaman nya lama
banget sampai tengah malem. Jadi baru hidup lagi mau sahur sekitar pukul 02.30
WIB," katanya saat dimintai keterangan, Minggu (26/3/2023).
Ia mengatakan jika akibat pemadaman listrik tersebut
mengakibatkan ikan koi yang sudah ia pelihara bersama suami nya sejak dua tahun
terakhir banyak yang mati dan untuk kerugian sendiri ditaksir mencapai lebih
dari Rp1 juta.
"Jadi kolam nya itu hanya menggunakan filter dan filter
itu yang disalurkan pakai listrik. Jadi kalau listrik padam filter juga padam.
Dikolam kurang lebih ada 50 ekor ikan dan yang mati 15 ekor ini didominasi oleh
indukan yang ada telurnya. Kerugian kurang lebih Rp1 juta," paparnya.
Ia menjelaskan jika kejadian ini bukan kali pertama nya ia
alami. Pada tahun lalu ikan koi miliknya juga banyak yang mati akibat pemadaman
listrik yang terjadi dalam waktu lama.
"Ini kedua kalinya bisnis ikan koi kita gagal karena
kekurangan oksigen. Semalem saya baca memang ada informasi pemadaman tapi tidak
jelas di gardu mana jadi kita tidak bersiap-siap," kata dia.
Pada kesempatan tersebut ia berharap kepada PLN untuk
terlebih dahulu memberikan informasi ketika akan terjadi pemadaman sehingga
masyarakat bisa bersiap dan melakukan langkah antisipasi.
"Harapannya kedepan untuk PLN bisa lebih luas lagi
dalam menyampaikan informasi ketika akan ada pemadaman. Pemberitahuan bisa lewat
SMS seperti BMKG karena kan tidak semua orang memiliki media sosial seperti
instagram," katanya.
Dikonfirmasi terpisah Manager Humas PLN IUD Lampung, Darma
Saputra menjelaskan, jika berdasarkan catatan memang benar ada gangguan saat
cuaca ekstreem yang mengakibatkan satu rumpun bambu roboh menimpah jaringan.
"Akibat peristiwa itu jaringan listrik terputus, ini
kejadiannya karena cuaca ekstrim, tidak ada yg berharap juga terjadi demikian.
Namun, selanjutnya akan di teruskan ke temen-teman unit dan akan menghubungi pelanggan
tersebut," katanya. (*)
Berita Lainnya
-
2.500 Kader NU Padati Apel Akbar Harlah Ansor-Fatayat di Lampung Tengah
Minggu, 26 April 2026 -
Plt Bunda PAUD Lampung Tengah Resmi Buka Gebyar Hari Kartini Bangun Rejo, Tanamkan Nilai Berani dan Berbudaya Sejak Dini
Sabtu, 25 April 2026 -
Ni Ketut Dewi Nadi Ajak Orang Tua Aktif Lindungi Anak dari Narkoba
Sabtu, 25 April 2026 -
Warga Patungan Perbaiki Jalan di Lamteng, Budi Hadi Minta Pemda Sikapi Serius Aspirasi Warga
Kamis, 23 April 2026








