186 Kasus DBD di Lamsel Selama Januari-November 2022
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Basuki Didik Setiawan saat diwawancarai. Kamis (24/11/2022). Foto: Handika/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Selatan (Dinkes Lamsel), merilis data jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) per Januari hingga November 2022 terdapat 186 kasus.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinkes Lamsel, Basuki Didik Setiawan menerangkan, Kecamatan Kalianda menempati posisi teratas sebaran kasus DBD.
"Kasus DBD periode Januari sampai dengan 18 November 2022,terdapat 186 kasus. Sebaran kasus DBS terbanyak, Kecamatan Kalianda dengan 45 kasus," kata Didik saat diwawancarai, Kamis (24/11/2022).
Disusul Kecamatan Rajabasa terdapat 17 kasus, Kecamatan Sidomulyo 15 kasus kemudian Kecamatan Penengahan 14 kasus dan Kecamatan Palas 13 kasus.
"Sisanya, sebanyak 82 kasus tersebar di 12 kecamatan yang lainnya," ujarnya.
Meski begitu, Didik menyebutkan, per saat ini kasus DBD di Lamsel sudah nihil.
"Dari laporan yang kami terima, sudah tidak ada. Itu kan kasus per 18 November 2022," tuturnya.
Dinas Kesehatan melalui Puskesmas, telah melakukan langkah-langlah penanganan kasus di DBD di lapangan.
"Setiap kasus dilakukan penyelidikan epidemiologi, untuk menemukan asal penularan penyakit dan kemungkinan adanya kasus yg lain. Kemudian, penyuluhan ke masyarakat, penebaran bubuk larvasida/ abate secara selektif. Dan foging fokus, bila dari hasil penyelidikan epidemiologi memenuhi kriteria dilakukan foging," pungkas Didik. (*)
Berita Lainnya
-
Penyidikan Kasus Anak di Sidomulyo Berlanjut, Polisi Dalami Petunjuk Jaksa dan 13 Nama
Minggu, 15 Maret 2026 -
Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Kapolres Lamsel Ingatkan Personel Hindari Ego Sektoral
Kamis, 12 Maret 2026 -
109 SPPG di Lampung Selatan Belum Kantongi SLHS, DPRD Minta Dinas Dampingi Pengelola
Kamis, 12 Maret 2026 -
Bupati Egi Tegaskan Komitmen Lindungi Pendirian Gereja di Lampung Selatan
Senin, 22 Desember 2025



