655 Warga Lampung Terserang Malaria, Kabupaten Pesawaran Penyumbang Terbanyak
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana. Foto: Dok/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Bandar Lampung - Dinas Kesehatan Provinsi Lampung mencatat, sepanjang bulan Januari hingga Oktober 2022, sebanyak 655 warga yang ada di wilayah Lampung terserang penyakit malaria.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Lampung, Reihana mengatakan, Kabupaten Pesawaran menjadi daerah penyumbang kasus terbanyak, yakni mencapai 411 kasus. Disusul Kota Bandar Lampung dengan jumlah 210 kasus.
"Pesawaran jadi penyumbang terbanyak karena sejumlah wilayah di daerah tersebut kondisinya belum layak, dan kurangnya pemahaman masyarakat dalam pencegahan malaria," kata Reihana, saat dimintai keterangan, Jumat (18/11/2022).
Selanjutnya daerah yang juga menyumbang kasus malaria ialah Kabupaten Lampung Timur 12 kasus, Metro 8 kasus, Lampung Tengah 7 kasus, Pringsewu 3 kasus, Tulang Bawang Barat, Mesuji, Lampung Barat, Kabupaten Tulang Bawang masing-masing 1 kasus.
"Sementara daerah yang tidak ada kasus malaria nya itu ada di Tanggamus, Lampung Selatan, Lampung Utara, Way Kanan dan Pesisir Barat," terangnya.
Menurut Reihana, angka kesakitan malaria (API) per 1.000 penduduk Provinsi Lampung pada tahun 2020 yakni 0,05 dan 2021 sebesar 0,07 bahkan hingga Juni 2022 hanya sebesar 0,02.
"Jadi target kita ini harus di bawah angka satu. Salah satu upaya dalam penurunan ialah pembagian kelambu, ini cukup efektif karena penularan malaria terjadi pada malam hari," pungkasnya. (*)
Video KUPAS TV : Makan Rajungan 1 Ton, Lampung Pecahkan Rekor MURI!
Berita Lainnya
-
Buntut Kasus Keracunan Siswa, BGN Tutup Sementara SPPG Kemiling
Kamis, 19 Februari 2026 -
AKBP Yonirizal Khova Resmi Jabat Wakapolresta Bandar Lampung
Kamis, 19 Februari 2026 -
Pengamat Nilai Setahun Mirza–Jihan Masih Fase Stabilisasi, Tahun Kedua Jadi Ujian Kinerja
Kamis, 19 Februari 2026 -
Universitas Teknokrat Indonesia Gelar Tarawih Perdana 1447 H, Mahasiswa Informatika Sampaikan Kultum 'Momentum Kembali'
Kamis, 19 Februari 2026









