Paska Banjir Melanda SDN 1 Suak Lamsel, Ujian Tertunda Hingga Puluhan Komputer Rusak
Seorang petugas sekolah saat menjemur buku rapor dan administrasi di SDN 1 Suak akibat terkena banjir Kamis kemarin. Jumat (28/10/2022). Foto: Handika/Kupastuntas.co
Kupastuntas.co,
Lampung Selatan - Aset milik Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Suak, Kecamatan
Sidomulyo, Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel), mengalami kerusakan usai
terendam air banjir yang melanda Kamis kemarin (27/10/2022).
"Pertama, aset
sekolah seperti komputer, administrasi kepala sekolah dan guru kemudian
buku-buku siswa lalu alat-alat seni yang baru kami dapat tahun 2022 juga
hancur," ujar Kepala SDN 1 Suak, Isah ketika diwawancara, Jumat
(28/10/2022).
Menurut kesaksian Isah,
ketinggian air pada waktu banjir mencapai 2 meter. Sedangkan, bangunan sekolah
berada di dataran rendah.
"Ya beginilah
keadaannya, pagar belakang juga hancur. Rapor siswa kelas 1 sampai kelas 6 dan
buku pelajaran hancur semua, kalau hilang tidak cuma rusak karena terkena
air," lanjutnya.
Kondisi itu, membuat
bangunan sekolah tak bisa dipergunakan untuk sementara waktu. Termasuk,
kegiatan belajar mengajar terhadap 160 siswa ikut tertunda.
"Sampai berapa
hari, anak-anak tidak mungkin belajar. Kami mau secepatnya belajar, jadi belum
bisa dipastikan," imbuhnya.
Disamping itu, 23 unit
komputer milik sekolah yang seharusnya dipergunakan untuk pelaksanaan Asessmen
Nasional Berbasis Komputer (ANBK) ikut rusak.
"Pelaksanaan ANBK
diundur. Seharusnya, pelaksanaannya hari Rabu sampai dengan Kamis kemarin. Hari
Kamis tidak bisa melaksanakan, alasan kami itu tadi alat kami rusak,"
timpalnya lagi.
Isah juga menyebutkan,
dinas terkait telah berkunjung ke sekolahan dan melihat kerusakan aset
pendukung belajar mengajar.
Solusi permasalahan
terkait ujian, dinas akan menyusun jadwal pelaksanaan ujian susulan.
"Nanti dibuatkan
susulan, cuma kita lihat alatnya dulu. Karena, 23 komputer rusak tidak bisa
dipakai," cetusnya.
Terakhir, Isah
menyampaikan harapan kepada pihak terkait supaya proses belajar mengajar bisa
segera pulih kembali.
"Saya minta
bantuan dari bapak-bapak, bagimana secepatnya supaya anak-anak kami bisa
belajar dengan tertib seperti biasa," pungkasnya. (*)
Berita Lainnya
-
Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
Senin, 06 April 2026 -
Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
Senin, 06 April 2026 -
Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
Senin, 06 April 2026 -
Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni
Minggu, 05 April 2026








