Bulog Lampung Beli 500 Ton Jagung dari Petani Selama 2022
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti, saat memberikan bantuan 1 unit alat pemisah/ pupil jangung pada Kelompok Tani, di Lampung Selatan, Senin (3/10/2022). Foto: Sri/kupastuntas.co
Kupastuntas.co, Lampung Selatan - Perum Bulog Divisi Regional Lampung mencatat, selama 2022 pihaknya telah membeli sekitar 500 ton jagung dari petani.
Kepala Perum Bulog Divisi Regional Lampung, Etik Yulianti mengatakan, jagung yang telah dibeli dari petani tersebut kemudian disalurkan untuk ke peternak ayam telur, untuk dijadikan pakan ternak.
"Penyaluran jagung pakan ke tingkat peternak dengan harga acuan pembelian (HAP) di tingkat peternak yaitu Rp4.500 per kg," kata Etik, saat memberikan bantuan 1 unit alat pemisah pupil jangung pada Kelompok Tani, di Lampung Selatan, Senin (3/10/2022).
Etik menjelaskan, jagung yang dibeli oleh peternak ini sudah disubsidi oleh pemerintah sebesar Rp1.500 per kilogramnya.
"Kita beli dari petani Rp5.500 terus dijual ke peternah Rp4.500 per Kg. Jadi yang Rp1.500 per Kg nya ini disubsidi oleh Kementerian Perdagangan, ini juga untuk mengatasi tingginya harga pakan ternak," ungkapnya.
Ia juga menyampaikan, Kabupaten Lampung Selatan memang produktivitas jagung cukup tinggi, sehingga diberikan alat pemisah jagung.
"Pemberian alat ini salah satu bentuk kepedulian Bulog terhadap petani atau kelompok-kelompok tani. Oleh karenanya, dengan adanya mesin pemisah jangung dari Bulog ini diharapkan dapat memudahkan serta mempercepat proses penyelesaian pasca panen sehingga jangungnya bisa dijual ke peternak," tandasnya.
Ia menambahkan, pemberian alat pengupas jangung di Lampung itu sudah yang kedua kalinya selama ia menjabat.
"Untuk tahun ini pemberian alat pengupas jangung bersamaan juga dengan Kediri, Jawa Timur," ujarnya.
Sementara Kepala Kelompok Tani Harapan Maju Lampung Selatan, Bahtiar Karim mengaku senang atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah melalui Bulog.
"Alhamdulillah kami sekarang dapat bantuan mesin pemisah jagung ini. Insya Allah mesin ini akan bermanfaat dan untuk menambah dari pada penghasilan kelompok kami," ungkap Bahtiar. (*)
Video KUPAS TV : Dewan Minta Disdik Perketat Syarat PPDB Jalur Zonasi
Berita Lainnya
-
Buruh Mengamuk: 11 Bulan Gaji Tak Dibayar, Kantor DPRD Lamsel Dikepung dan Ban Dibakar
Senin, 06 April 2026 -
Gaji 11 Bulan Tak Dibayar, Buruh PT San Xiong Steel Kecewa Tak Ditemui Bupati dan DPRD
Senin, 06 April 2026 -
Buron Beberapa Hari, Pelaku Curanmor di Kalianda Akhirnya Dibekuk
Senin, 06 April 2026 -
Libur Paskah, Ratusan Ribu Penumpang Padati Penyeberangan Merak–Bakauheni
Minggu, 05 April 2026








