Petani dan GM Pabrik Singkong Lampura Dialog, Harga Singkong Belum Disepakati
Perwakilan petani singkong Lampura melakukan dialog bersama dengan General Manager (GM) PT. Sinar Laut, Pemkab Lampura yang diwakilkan oleh Asisten III Sofyan, DPRD Lampung Utara, Kepala Dinas Perdagangan Hendri.
Kupastuntas.co, Lampung Utara - Perwakilan petani singkong Lampura melakukan dialog bersama dengan General Manager (GM) PT. Sinar Laut, Pemkab Lampura yang diwakilkan oleh Asisten III Sofyan, DPRD Lampung Utara, Kepala Dinas Perdagangan Hendri.
Hal tersebut merupakan kelanjutan dari aksi demonstrasi yang dilakukan oleh para petani Lampura, pada (16/8/2022) lalu.
Dalam dialog tersebut, belum menemui kesepakatan turunya harga singkong dan turunya rapaksi sesuai dengan harapan petani, tetapi akan dilakukan rapat lanjutan. Hal tersebut disampaikan oleh Subadri Koordinator GM PT. Sinar Laut Lampura.
"Kita yang hadir ini hanya sebagai perwakilan tidak bisa ambil keputusan, nanti akan kita sampaikan kepada Pimpinan (pemilik perusahaan)," kata Subadri, Kamis (25/8/2022).
Wansori selaku Ketua DPRD Lampung Utara mengatakan pihaknya akan terus meminta kepada pihak perusahaan untuk memenuhi tuntutan para petani Lampung Utara.
"Tadi kita sudah melaksanakan dialog bersama, yang intinya adalah kita meminta kepada perusahaaan untuk harga singkong adalah Rp1.500 dan juga rapaksi dibawah 10%, hal ini sesuai dengan keinginan petani," tandas Wansori.
Ia menuturkan, akan dilaksanakan rapat lanjutan bersama pada tanggal 1 September 2022 mendatang.
Rizky Apriansyah Abung selaku Ketua Persatuan Petani Singkong (PPS) Lampung Utara berharap pemilik dari perusahaan PT. Sinar Laut dapat dihadirkan dalam rapat.
"Kami berharap Pemiliki PT. Sinar Laut dapat dihadirkan dalam rapat selanjutnya, sehingga dapat memberikan putusan terkait anjloknya harga singkong," ujarnya.
Pihaknya akan terus berupaya memperjuangkan hak para petani singkong Lampung Utara.
"Kita akan terus memperjuangkan hak petani singkong, karena saat ini modal untuk mengelola 1 hektar singkong berkisar Rp13.000.000 ditambah upah ngoret naik, dan harga singkong justru anjlok dan potongan naik, ini sangat merugikan petani," tutupnya. (*)
Berita Lainnya
-
11 Siswa di Lampura Keracunan, Pengelola MBG Akui Lalai dan Siap Perketat Pengawasan
Selasa, 13 Januari 2026 -
Usut Dugaan Korupsi Rp 2,9 Miliar, Kejati Tetapkan Plh Sekda Lampura Jadi Tersangka
Selasa, 13 Januari 2026 -
11 Siswa Keracunan MBG Diduga Jadi Pemicu Guru SDN 3 Sindang Sari Lampura Ngamuk di Sosmed
Senin, 12 Januari 2026 -
Guru SD Negeri 3 Sindang Sari Lampung Utara Keluhkan MBG Tidak Layak Konsumsi, Tempe Pahit dan Buah Busuk
Senin, 12 Januari 2026









